Residivis Curanmor ini Ditangkap Polisi untuk yang Keempat Kalinya

Mojokerto - Polres Mojokerto menggelar Konferensi Pers pencurian kendaraan bermotor roda dua, Selasa (13/10/2020) di Mapolres Mojokerto.  Pencurian Honda Beat Hitam Nopol S 2640 NAC milik Dwi Asrini (32) tersebut terjadi pada 21 September 2020 pukul 02.30 WIB di Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya tersangka juga melakukan pencurian Honda Vario Nopol S 2029 NAV yang telah dijual ke Madura seharga Rp.3.500.000  Tersangkanya adalah Budianto (45) yang merupakan residivis yang telah 3 kali masuk penjara yang berdomisili di Bonowati GG 1 Nomor 9 Kenjeran Surabaya.   "Dan satu tersangkanya lagi adalah Wanto yang saat ini masih DPO. Kronologi penangkapannya adalah didapat informasi bahwa di daerah Banowati-Kenjeran terdapat seseorang yang akan melakukan transaksi sepeda motor dengan Nopol S 2640 NAC, selanjutnya tim Opsnal Unit Pidum langsung ke Surabaya, setelah koordinasi dengan Reskrim Kenjeran, kami langsung mengamankan pelaku berikut barang buktinya," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander. (Jayak)
Residivis Curanmor ini Ditangkap Polisi untuk yang Keempat Kalinya

Mojokerto - Polres Mojokerto menggelar Konferensi Pers pencurian kendaraan bermotor roda dua, Selasa (13/10/2020) di Mapolres Mojokerto.

Mojokerto - Polres Mojokerto menggelar Konferensi Pers pencurian kendaraan bermotor roda dua, Selasa (13/10/2020) di Mapolres Mojokerto.  Pencurian Honda Beat Hitam Nopol S 2640 NAC milik Dwi Asrini (32) tersebut terjadi pada 21 September 2020 pukul 02.30 WIB di Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya tersangka juga melakukan pencurian Honda Vario Nopol S 2029 NAV yang telah dijual ke Madura seharga Rp.3.500.000  Tersangkanya adalah Budianto (45) yang merupakan residivis yang telah 3 kali masuk penjara yang berdomisili di Bonowati GG 1 Nomor 9 Kenjeran Surabaya.   "Dan satu tersangkanya lagi adalah Wanto yang saat ini masih DPO. Kronologi penangkapannya adalah didapat informasi bahwa di daerah Banowati-Kenjeran terdapat seseorang yang akan melakukan transaksi sepeda motor dengan Nopol S 2640 NAC, selanjutnya tim Opsnal Unit Pidum langsung ke Surabaya, setelah koordinasi dengan Reskrim Kenjeran, kami langsung mengamankan pelaku berikut barang buktinya," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander. (Jayak)
Kapolres Mojokerto saat memberikan konferensi pers

Pencurian Honda Beat Hitam Nopol S 2640 NAC milik Dwi Asrini (32) tersebut terjadi pada 21 September 2020 pukul 02.30 WIB di Dusun Kecubuk, Desa Banjartanggul, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sebelumnya tersangka juga melakukan pencurian Honda Vario Nopol S 2029 NAV yang telah dijual ke Madura seharga Rp.3.500.000


Tersangkanya adalah Budianto (45) yang merupakan residivis yang telah 3 kali masuk penjara yang pertama di Sidoarjo dan yang kedua dan ketiga di Surabaya. Tersangka Budianto berdomisili di Bonowati GG 1 Nomor 9 Kenjeran Surabaya. 


"Dan satu tersangkanya lagi adalah Wanto yang saat ini masih DPO. Wanto juga merupakan residivis yang pernah di Proses di Sidoarjo, Surabaya dan Probolinggo. Kronologi penangkapannya adalah didapat informasi bahwa di daerah Banowati-Kenjeran terdapat seseorang yang akan melakukan transaksi sepeda motor dengan Nopol S 2640 NAC, selanjutnya tim Opsnal Unit Pidum langsung ke Surabaya, setelah koordinasi dengan Reskrim Kenjeran, kami langsung mengamankan pelaku berikut barang buktinya," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Donny Alexander. (Jayak)

Malang
Ponorogo

 







Atas