FKPRM Mojokerto Raya Audiensi dengan Pjs Bupati Mojokerto

Mojokerto - Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo beraudiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM) Mojokerto Raya, Jumat (16/10/2020) di Peringgitan Pemerintah Kabupaten Mojokerto pukul Calon 10.15 - 10.45 WIB.  Dalam audiensi ini, Ketua FKPRM Mojokerto Raya, Achmad Mardianto mengatakan bahwa tujuan kami disini untuk silaturahmi dan memberitahukan bahwa ada 25 media online dan cetak yang berkantor pusat di Mojokerto Raya.  "Media online saat ini jangan dilihat sebelah mata, karena pengaruhnya luar biasa. Detik itu ada kejadian detik itu juga kami memberitakan. Dan saya berharap Bapak Himawan tidak memberlakukan media yang terverifikasi Dewan Pers yang bisa bekerjasama pada tahun 2021. Karena hal tersebut bisa menimbulkan konflik yang luar biasa. Cukup berbadan hukum PT dan banyak pembaca nya yang saat ini relevan jadi acuan untuk bisa kerjasama. Sekarang fenomena media cetak mainstream terus menurun sudah terlihat. Di Mojokerto hanya tersebar 20-100 koran saja. Sedangkan jumlah total cetak nya setiap hari hanya 500-3000 koran. Coba dibandingkan dengan media online, sekali share di Facebook ada puluhan ribu yang membaca isi berita kita," ujar Achmad Mardianto.  Lebih lanjut, Achmad Mardianto juga menyampaikan bahwa pada bulan November FKPRM akan menggelar rapat koordinasi yang kedua di Kabupaten Mojokerto. Setelah sebelumnya pada tanggal 25-26 September 2020 FKPRM menggelar rapat koordinasi yang pertama di Hotel Nirwana Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan.  "Kami berharap kerjasama dari Bapak Himawan agar berkenan memberikan tempat untuk rapat koordinasi seluruh pimpinan redaksi sejawa timur dan memberikan fasilitas masuk wisata gratis. Dimana sebagai balas budinya, kami akan memberitakan wisata wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto," kata Achmad Mardianto.  Menanggapi hal tersebut, Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo mengatakan jika saat ini  memang perkembangan media cetak mainstream terus menurun, yang terus naik adalah media online.   "Perlu diingat, berita itu seperti anak panah. Keberimbangan berita sangat dibutuhkan dalam setiap penulisan. Mending ricek dulu sebelum di tulis daripada nanti terjadi masalah. Karena jaman sekarang hak jawab tidak bisa untuk menetralisir berita sebelumnya," tandas Himawan.  Terkait kerjasama penyediaan tempat rapat koordinasi FKPRM dan fasilitas masuk wisata gratis, Himawan menyatakan bahwa hal itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Sekda. Selama ada surat resmi akan kami bantu. Selama kerjasama ini saling menguntungkan pasti kami bantu.  "Yang perlu diingat adalah mari kita saling bersinergi. Selalu konfirmasi sebelum memberitakan agar berimbang pemberitaan yang bakal ditayangkan. Dan semua media yang telah kerjasama dengan pemkab Mojokerto selama berbadan hukum dan eksis bakal terus kita akomodir. Harapan saya adalah semua pemimpin redaksi media di Mojokerto memberikan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi wartawan nya," tutup Himawan. (Jayak)
FKPRM Mojokerto Raya Audiensi dengan Pjs Bupati Mojokerto

Mojokerto - Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo beraudiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM) Mojokerto Raya, Jumat (16/10/2020) di Peringgitan Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Pukul 10.15 - 10.45 WIB.

Mojokerto - Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo beraudiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM) Mojokerto Raya, Jumat (16/10/2020) di Peringgitan Pemerintah Kabupaten Mojokerto pukul Calon 10.15 - 10.45 WIB.  Dalam audiensi ini, Ketua FKPRM Mojokerto Raya, Achmad Mardianto mengatakan bahwa tujuan kami disini untuk silaturahmi dan memberitahukan bahwa ada 25 media online dan cetak yang berkantor pusat di Mojokerto Raya.  "Media online saat ini jangan dilihat sebelah mata, karena pengaruhnya luar biasa. Detik itu ada kejadian detik itu juga kami memberitakan. Dan saya berharap Bapak Himawan tidak memberlakukan media yang terverifikasi Dewan Pers yang bisa bekerjasama pada tahun 2021. Karena hal tersebut bisa menimbulkan konflik yang luar biasa. Cukup berbadan hukum PT dan banyak pembaca nya yang saat ini relevan jadi acuan untuk bisa kerjasama. Sekarang fenomena media cetak mainstream terus menurun sudah terlihat. Di Mojokerto hanya tersebar 20-100 koran saja. Sedangkan jumlah total cetak nya setiap hari hanya 500-3000 koran. Coba dibandingkan dengan media online, sekali share di Facebook ada puluhan ribu yang membaca isi berita kita," ujar Achmad Mardianto.  Lebih lanjut, Achmad Mardianto juga menyampaikan bahwa pada bulan November FKPRM akan menggelar rapat koordinasi yang kedua di Kabupaten Mojokerto. Setelah sebelumnya pada tanggal 25-26 September 2020 FKPRM menggelar rapat koordinasi yang pertama di Hotel Nirwana Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan.  "Kami berharap kerjasama dari Bapak Himawan agar berkenan memberikan tempat untuk rapat koordinasi seluruh pimpinan redaksi sejawa timur dan memberikan fasilitas masuk wisata gratis. Dimana sebagai balas budinya, kami akan memberitakan wisata wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto," kata Achmad Mardianto.  Menanggapi hal tersebut, Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo mengatakan jika saat ini  memang perkembangan media cetak mainstream terus menurun, yang terus naik adalah media online.   "Perlu diingat, berita itu seperti anak panah. Keberimbangan berita sangat dibutuhkan dalam setiap penulisan. Mending ricek dulu sebelum di tulis daripada nanti terjadi masalah. Karena jaman sekarang hak jawab tidak bisa untuk menetralisir berita sebelumnya," tandas Himawan.  Terkait kerjasama penyediaan tempat rapat koordinasi FKPRM dan fasilitas masuk wisata gratis, Himawan menyatakan bahwa hal itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Sekda. Selama ada surat resmi akan kami bantu. Selama kerjasama ini saling menguntungkan pasti kami bantu.  "Yang perlu diingat adalah mari kita saling bersinergi. Selalu konfirmasi sebelum memberitakan agar berimbang pemberitaan yang bakal ditayangkan. Dan semua media yang telah kerjasama dengan pemkab Mojokerto selama berbadan hukum dan eksis bakal terus kita akomodir. Harapan saya adalah semua pemimpin redaksi media di Mojokerto memberikan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi wartawan nya," tutup Himawan. (Jayak)
Ketua FKPRM Mojokerto Raya saat menyampaikan maksud dan tujuannya

Dalam audiensi ini, Ketua FKPRM Mojokerto Raya, Achmad Mardianto mengatakan bahwa tujuan kami disini untuk silaturahmi dan memberitahukan bahwa ada 25 media online dan cetak yang berkantor pusat di Mojokerto Raya.


"Media online saat ini jangan dilihat sebelah mata, karena pengaruhnya luar biasa. Detik itu ada kejadian detik itu juga kami memberitakan. Dan saya berharap Bapak Himawan tidak memberlakukan media yang terverifikasi Dewan Pers yang bisa bekerjasama pada tahun 2021. Karena hal tersebut bisa menimbulkan konflik yang luar biasa. Cukup berbadan hukum PT dan banyak pembaca nya yang saat ini relevan jadi acuan untuk bisa kerjasama. Sekarang fenomena media cetak mainstream terus menurun sudah terlihat. Di Mojokerto hanya tersebar 20-100 koran saja. Sedangkan jumlah total cetak nya setiap hari hanya 500-3000 koran. Coba dibandingkan dengan media online, sekali share di Facebook ada puluhan ribu yang membaca isi berita kita," ujar Achmad Mardianto.


Lebih lanjut, Achmad Mardianto juga menyampaikan bahwa pada bulan November FKPRM akan menggelar rapat koordinasi yang kedua di Kabupaten Mojokerto. Setelah sebelumnya pada tanggal 25-26 September 2020 FKPRM menggelar rapat koordinasi yang pertama di Hotel Nirwana Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan.


"Kami berharap kerjasama dari Bapak Himawan agar berkenan memberikan tempat untuk rapat koordinasi seluruh pimpinan redaksi sejawa timur dan memberikan fasilitas masuk wisata gratis. Dimana sebagai balas budinya, kami akan memberitakan wisata wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto," kata Achmad Mardianto.


Menanggapi hal tersebut, Pjs Bupati Mojokerto, Himawan Estu Bagijo mengatakan jika saat ini memang perkembangan media cetak mainstream terus menurun, yang terus naik adalah media online. 


"Perlu diingat, berita itu seperti anak panah. Keberimbangan berita sangat dibutuhkan dalam setiap penulisan. Mending ricek dulu sebelum di tulis daripada nanti terjadi masalah. Karena jaman sekarang hak jawab tidak bisa untuk menetralisir berita sebelumnya," tandas Himawan.


Terkait kerjasama penyediaan tempat rapat koordinasi FKPRM dan fasilitas masuk wisata gratis, Himawan menyatakan bahwa hal itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Sekda. Selama ada surat resmi akan kami bantu. Selama kerjasama ini saling menguntungkan pasti kami bantu.


"Yang perlu diingat adalah mari kita saling bersinergi. Selalu konfirmasi sebelum memberitakan agar berimbang pemberitaan yang bakal ditayangkan. Dan semua media yang telah kerjasama dengan pemkab Mojokerto selama berbadan hukum dan eksis bakal terus kita akomodir. Harapan saya adalah semua pemimpin redaksi media di Mojokerto memberikan jaminan asuransi BPJS Ketenagakerjaan bagi wartawan nya," tutup Himawan.


Dalam kesempatan ini juga, Sekda kabupaten Mojokerto, Ir Herry Suwito berharap agar FKPRM segera membuat surat tertulis permohonan kerjasama tersebut. Setelah fix tanggal berapa segera sampaikan biar Bapak Pjs Bupati meluangkan waktunya untuk membuka acara rapat koordinasi kedua Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media Sejawa Timur di Kabupaten Mojokerto nanti bulan November.


"Saya senang Ketuanya Pak Mardian, karena saya sudah kenal lama dan Pak Mardian memang cocok memimpin organisasi ini. Semoga kerjasama ini bisa saling menguntungkan," harapnya. (Jayak)

Malang
Ponorogo

 







Atas