Dandim 0812 Lamongan harap Satgas TMMD tuntaskan pekerjaan tepat waktu

Lamongan - Sebanyak 150 prajurit yang terlibat dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke109 Kodim 0812/Lamongan diharapkan menyelesaikan pekerjaan pembangunan fisik di desa tebluru tepat waktu.  Dandim 0812/Lamongan letkol Inf Sidik Wiyono, mengatakan pekerjaan fisik di  desa tebluru Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan terus mengalami peningkatan.  "Kita ingin semua kegiatan rampung sebelum TMMD berakhir sebagai hari terakhir atau penutup kegiatan kemanunggalan," ujar letkol Inf Sidik Wiyono.  Satgas TMMD ke-109 tersebar di tiga desa yang sudah ditetapkan sebagai wilayah operasi. Dimana Desa Tebluru  menjadi wilayah tersulit yang masih terisolir dan menjadi sasaran program tersebut.  Dia menjelaskna, TMMD bukan hanya bergerak di bidang pengembangan infrastruktur desa, melainkan para prajurit yang bertugas di lapangan ikut mencerdaskan anak-anak usia sekolah melalui program pendidikan non-formal Belajar juga mengurangi risiko anak putus sekolah.  "Meskipun mereka hidup di wilayah terpencil bukan berarti anak-anak di sana tidak mengenyam dunia pendidikan. Anak usia sekolah wajib mendapat kesempatan mengikuti proses belajar mengajar pendidikan formal, jangan ada mereka yang putus sekolah," kata dia.  Di sektor infrastruktur, Satgas TMMD mengerjakan sejumlah kegiatan pembangunan fisik, diantaranya peningkatan badan jalan di Desa tebluru sepanjang 900 meter, kemudian rumah isolasi pos kovid dan pipanisasi serta saluran irigasi dan sasaran tambahan lainya. (Jayak)
Dandim 0812 Lamongan harap Satgas TMMD tuntaskan pekerjaan tepat waktu

Lamongan - Sebanyak 150 prajurit yang terlibat dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke109 Kodim 0812/Lamongan diharapkan menyelesaikan pekerjaan pembangunan fisik di desa tebluru tepat waktu.


Dandim 0812/Lamongan letkol Inf Sidik Wiyono, mengatakan pekerjaan fisik di desa tebluru Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan terus mengalami peningkatan.


"Kita ingin semua kegiatan rampung sebelum TMMD berakhir sebagai hari terakhir atau penutup kegiatan kemanunggalan," ujar letkol Inf Sidik Wiyono.


Satgas TMMD ke-109 tersebar di tiga desa yang sudah ditetapkan sebagai wilayah operasi. Dimana Desa Tebluru menjadi wilayah tersulit yang masih terisolir dan menjadi sasaran program tersebut.


Dia menjelaskna, TMMD bukan hanya bergerak di bidang pengembangan infrastruktur desa, melainkan para prajurit yang bertugas di lapangan ikut mencerdaskan anak-anak usia sekolah melalui program pendidikan non-formal Belajar juga mengurangi risiko anak putus sekolah.


"Meskipun mereka hidup di wilayah terpencil bukan berarti anak-anak di sana tidak mengenyam dunia pendidikan. Anak usia sekolah wajib mendapat kesempatan mengikuti proses belajar mengajar pendidikan formal, jangan ada mereka yang putus sekolah," kata dia.


Di sektor infrastruktur, Satgas TMMD mengerjakan sejumlah kegiatan pembangunan fisik, diantaranya peningkatan badan jalan di Desa tebluru sepanjang 900 meter, kemudian rumah isolasi pos kovid dan pipanisasi serta saluran irigasi dan sasaran tambahan lainya. (Jayak)

Malang
Ponorogo

 







Atas