Proyek Pelebaran Jalan Palembang – Betung Timbulkan Masalah


Banyuasin - majalahglobal.com:  Pekerjaan pelebaran jalan Palembang - Betung di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang selama ini banyak dikeluhkan warga, selain lamban juga ternyata banyak menimbulkan masalah, terutama bagi pengguna jalan  Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan, proyek pelebaran jalan tersebut sudah berlangsung lebih dari enam bulan. Ironisnya, dalam teknis pelaksanaan galian untuk saluran drainase dan box covert pihak pelaksana tidak memasang rambu - rambu peringatan bagi pengguna jalan. Akibatnya, banyak terjadi kecelakaan yang menguat sejumlah kendaraan yang lalu lalang banyak yang terperosok.  "Sepanjang pengetahuan kami sudah ada ratusan kendaraan pribadi yang terperosok di kawasan simpang tanah mas. Entah bangunan box covert yang patah atau apalah namanya, yang jelas sudah banyak kendaraan yang terperosok di simpang tersebut," kata Andi Lalah salah seorang warga setempat.  Dijelaskan Andi Lalah, meski sudah banyak kendaraan yang terperosok, anehnya dari pihak kontraktor pelaksana maupun pihak yang terkait lainnya tidak ada.upaya untuk melakukan langkah antisipasi, agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi.  "Kami binggung mengapa pihak pelaksana tidak ada tindakan sama sekali, padahal sudah banyak kendaraan yang terperosok. Karena itu kami berharap pihak pihak yang terkait dapat segera memasang rambu rambu berbahaya di lokasi tersebut, supaya tidak ada lagi korban kecelakaan," harapnya.  Hal yang sama juga dikeluhkan warga dan pemilik toko disepanjang jalan tersebut. Selain menganggu arus lalu lintas, kondisi kemarau seperti ini membuat kawasan tersebut menjadi berdebu. konsumen yang akan berbelanja di sejumlah toko yang ada di sepanjang jalan itu menjadi berkurang.  “Kami binggung, kenapa proyek ini sangat lamban sekali pengerjaannya. Kami benar benar rugi dengan kondisi ini. Karena itu kami berharap pekerjaan dapat segera dipercepat, sehingga aktivitas perdagangan kami dapat normal kembali," harap salah seorang pemilik ruko yang dibincangi wartawan.  Ketua DPD Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Propinsi Sumatera Selatan Syamsudin Djoesman saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya sudah banyak sekali mendapat laporan dan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat. Karenanya, pihaknya  akan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi dilapangan terkait proyek pelebaran jalan Palembang – Betung tersebut.  “Ya, dalam waktu dekat ini kita akan turun untuk melakukan investigasi. Jika nantinya kita menemukan adanya kejanggalan dalam pembangunan itu, maka kita akan menindaklanjutinya Sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.  Sementara itu pihak Kontraktor pelaksana PT. WASCO saat dimintai komentarnya melalui bagian Humas Reza mengatakan, lambannya pelaksanaan pelebaran jalan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya, masih banyak tiang listrik milik PLN yang belum dipindahkan, banyaknya kabel milik Telkomsel dan pipa PDAM dan pipa milik Pertamina yang belum dipindahkan.  "Inilah yang terjadi dilapangan, karena itu kita tidak bisa sembarangan, karena di lokasi banyak fasilitas milik BUMN. Sedangkan untuk keluhan banyaknya kendaraan yang terperosok di simpang tanah mas, itu karena banyak kendaraan yang over kapasitas. Karena itu kita akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak kepolisian, dishub dan pihak kecamatan," Ucapnya. (Tri Sutrisno)
Proyek Pelebaran Jalan Palembang – Betung Timbulkan Masalah


Banyuasin - majalahglobal.com: Pekerjaan pelebaran jalan Palembang - Betung di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang selama ini banyak dikeluhkan warga, selain lamban juga ternyata banyak menimbulkan masalah, terutama bagi pengguna jalan


Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan, proyek pelebaran jalan tersebut sudah berlangsung lebih dari enam bulan. Ironisnya, dalam teknis pelaksanaan galian untuk saluran drainase dan box covert pihak pelaksana tidak memasang rambu - rambu peringatan bagi pengguna jalan. Akibatnya, banyak terjadi kecelakaan yang menguat sejumlah kendaraan yang lalu lalang banyak yang terperosok.


"Sepanjang pengetahuan kami sudah ada ratusan kendaraan pribadi yang terperosok di kawasan simpang tanah mas. Entah bangunan box covert yang patah atau apalah namanya, yang jelas sudah banyak kendaraan yang terperosok di simpang tersebut," kata Andi Lalah salah seorang warga setempat.


Dijelaskan Andi Lalah, meski sudah banyak kendaraan yang terperosok, anehnya dari pihak kontraktor pelaksana maupun pihak yang terkait lainnya tidak ada.upaya untuk melakukan langkah antisipasi, agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi.


"Kami binggung mengapa pihak pelaksana tidak ada tindakan sama sekali, padahal sudah banyak kendaraan yang terperosok. Karena itu kami berharap pihak pihak yang terkait dapat segera memasang rambu rambu berbahaya di lokasi tersebut, supaya tidak ada lagi korban kecelakaan," harapnya.


Hal yang sama juga dikeluhkan warga dan pemilik toko disepanjang jalan tersebut. Selain menganggu arus lalu lintas, kondisi kemarau seperti ini membuat kawasan tersebut menjadi berdebu. konsumen yang akan berbelanja di sejumlah toko yang ada di sepanjang jalan itu menjadi berkurang.


“Kami binggung, kenapa proyek ini sangat lamban sekali pengerjaannya. Kami benar benar rugi dengan kondisi ini. Karena itu kami berharap pekerjaan dapat segera dipercepat, sehingga aktivitas perdagangan kami dapat normal kembali," harap salah seorang pemilik ruko yang dibincangi wartawan.


Ketua DPD Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Propinsi Sumatera Selatan Syamsudin Djoesman saat dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya sudah banyak sekali mendapat laporan dan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat. Karenanya, pihaknya akan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi dilapangan terkait proyek pelebaran jalan Palembang – Betung tersebut.


“Ya, dalam waktu dekat ini kita akan turun untuk melakukan investigasi. Jika nantinya kita menemukan adanya kejanggalan dalam pembangunan itu, maka kita akan menindaklanjutinya Sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.


Sementara itu pihak Kontraktor pelaksana PT. WASCO saat dimintai komentarnya melalui bagian Humas Reza mengatakan, lambannya pelaksanaan pelebaran jalan tersebut terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya, masih banyak tiang listrik milik PLN yang belum dipindahkan, banyaknya kabel milik Telkomsel dan pipa PDAM dan pipa milik Pertamina yang belum dipindahkan.


"Inilah yang terjadi dilapangan, karena itu kita tidak bisa sembarangan, karena di lokasi banyak fasilitas milik BUMN. Sedangkan untuk keluhan banyaknya kendaraan yang terperosok di simpang tanah mas, itu karena banyak kendaraan yang over kapasitas. Karena itu kita akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak kepolisian, dishub dan pihak kecamatan," Ucapnya. (Tri Sutrisno)

Malang
Ponorogo

 







Atas