Penjagaan Ilmu, Begini Penjelasannya

Allah adalah Ilmu, Ilmu adalah Allah, Itu adalah maqolah Guru kami Syekh Achmad.Dalam arti Ilmu adalah wujud nyata Penjagaan Allah terhadap manusia.Dan dengan ilmu itulah yang akan membuat seseorang takut kepada Allah SWT.  انما يخش الله من عباده العلماء artinya : Sungguh orang yang takut kepada Allah dari hamba hambaNya itu, hanya para orang yang alim.   Orang yang ahli ilmu bahasa (nahwu shorof), maka dalam perkataannya akan selalu berhati hati, dengan selalu memakai kaidah ilmu bahasa.Sehingga setiap perkataannya terasa indah untuk didengar dan bisa memberikan manfaat bagi pendengarnya.Ahli Ilmu Alquran, maka Alquran  yang akan menjadi pembimbingnya, bias bias alquran akan tampak pada akhlaqnya. Ketika orang tersebut ahli ilmu fiqh, maka fiqh tersebut yang akan menuntun pada setiap langkahnya.Sehingga orang tersebut selamat karena mengerti hukum dalam beribadah maupun bermuamalah(sosial).  Sehingga dengan menuntut ilmu secara sungguh sungguh, maka akan membawa orang tersebut pada penjagaaan Allah pada setiap aspek kehidupannya.   Dalam ayat Alquran Surat AlMujadalah ayat 11 menyebutkan bahwa bagi orang yang beriman dan berIlmu, maka Allah akan meninggikan derajatnya.  يرفع الله الذين ا منوا منكم والذين اوت العلم درجاث Artinya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.  Itulah alasan betapa pentingnya berilmu, baik itu ilmu agama maupun umum. Karena pada dasarnya menurut Imam Ghozali, Ilmu hanya ada dua, yaitu ilmu fardu kifayah dan Ilmu Fardhu Ain. Ilmu Fardhu Kifayah yaitu Ilmu yang kaitannya dengan orang banyak, seperti ilmu kedokteran, ilmu sosial dan ilmu apapun yang bermanfaaat untuk orang banyak.Yang berikutnya adalah ilmu fardhu ain, yaitu ilmu yang kaitannya dengan kewajiban diri sendiri.Seperti ilmu mempelajari alquran(tajwid), ilmu tentang sholat dan semua ilmu yang mempelajari hukum atau kewajiban bagi diri sendiri.  Oleh sebab itu janganlah meremehkan ilmu, karena dari ilmu seseorang bisa mengetahui banyak hal. Contoh, dengan ilmu matematika, seseorang bisa mempelajari cara menghitung zakat, bisa mengetahui cara berdagang dll.Dari ilmu kedokteran seorang dokter bisa mengerti bagaimana cara menyebuhkan penyakit, yang tentu saja itu semua sangat bemanfaat.   Adapun gambaran orang yang berilmu ada tiga : 1. Ulil Albab(Cerdas Akal) Yaitu orang yang bisa menerangkan ilmu dengan penjelasan secara ilmiah.  2. Ulin Nuha(Cerdas Hati) Golongan yang kedua ini sulit untuk menjelaskan secara ilmiah.Yang mana bias bias akhlaq, terpancar pada tingkah lakunya sehari hari, meliputi tawadhu, sabar dan lain lain.  3. Ulil Ahlam(orang yang mempunyai kepekaan hati dan akalnya).Yaitu golongan orang yang mampu menggabungkan keterangan ilmiah syariat, dengan perwujudan amal perbuatan dalam kesehariannya.  Jadi bagi orang yang ingin memperoleh keberkahan ilmu, haruslah bisa bermanfaat untuk orang lain, dengan selalu mengamalkan ilmunya dengan baik. Yang mana untuk memperoleh keberkahan ilmu, harus melalui bimbingan seorang guru yang alim dan bijaksana.  Ayoeb Taufani Zaman.
Penjagaan Ilmu, Begini Penjelasannya


Allah adalah Ilmu, Ilmu adalah Allah, Itu adalah maqolah Guru kami Syekh Achmad.Dalam arti Ilmu adalah wujud nyata Penjagaan Allah terhadap manusia.Dan dengan ilmu itulah yang akan membuat seseorang takut kepada Allah SWT. 

انما يخش الله من عباده العلماء

artinya : Sungguh orang yang takut kepada Allah dari hamba hambaNya itu, hanya para orang yang alim. 


Orang yang ahli ilmu bahasa (nahwu shorof), maka dalam perkataannya akan selalu berhati hati, dengan selalu memakai kaidah ilmu bahasa.Sehingga setiap perkataannya terasa indah untuk didengar dan bisa memberikan manfaat bagi pendengarnya.Ahli Ilmu Alquran, maka Alquran yang akan menjadi pembimbingnya, bias bias alquran akan tampak pada akhlaqnya. Ketika orang tersebut ahli ilmu fiqh, maka fiqh tersebut yang akan menuntun pada setiap langkahnya.Sehingga orang tersebut selamat karena mengerti hukum dalam beribadah maupun bermuamalah(sosial).


Sehingga dengan menuntut ilmu secara sungguh sungguh, maka akan membawa orang tersebut pada penjagaaan Allah pada setiap aspek kehidupannya. 


Dalam ayat Alquran Surat AlMujadalah ayat 11 menyebutkan bahwa bagi orang yang beriman dan berIlmu, maka Allah akan meninggikan derajatnya. 

يرفع الله الذين ا منوا منكم والذين اوت العلم درجاث

Artinya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.


Itulah alasan betapa pentingnya berilmu, baik itu ilmu agama maupun umum. Karena pada dasarnya menurut Imam Ghozali, Ilmu hanya ada dua, yaitu ilmu fardu kifayah dan Ilmu Fardhu Ain. Ilmu Fardhu Kifayah yaitu Ilmu yang kaitannya dengan orang banyak, seperti ilmu kedokteran, ilmu sosial dan ilmu apapun yang bermanfaaat untuk orang banyak.Yang berikutnya adalah ilmu fardhu ain, yaitu ilmu yang kaitannya dengan kewajiban diri sendiri.Seperti ilmu mempelajari alquran(tajwid), ilmu tentang sholat dan semua ilmu yang mempelajari hukum atau kewajiban bagi diri sendiri.


Oleh sebab itu janganlah meremehkan ilmu, karena dari ilmu seseorang bisa mengetahui banyak hal. Contoh, dengan ilmu matematika, seseorang bisa mempelajari cara menghitung zakat, bisa mengetahui cara berdagang dll.Dari ilmu kedokteran seorang dokter bisa mengerti bagaimana cara menyebuhkan penyakit, yang tentu saja itu semua sangat bemanfaat. 


Adapun gambaran orang yang berilmu ada tiga :

1. Ulil Albab(Cerdas Akal)

Yaitu orang yang bisa menerangkan ilmu dengan penjelasan secara ilmiah. 

2. Ulin Nuha(Cerdas Hati)

Golongan yang kedua ini sulit untuk menjelaskan secara ilmiah.Yang mana bias bias akhlaq, terpancar pada tingkah lakunya sehari hari, meliputi tawadhu, sabar dan lain lain. 

3. Ulil Ahlam(orang yang mempunyai kepekaan hati dan akalnya).Yaitu golongan orang yang mampu menggabungkan keterangan ilmiah syariat, dengan perwujudan amal perbuatan dalam kesehariannya.


Jadi bagi orang yang ingin memperoleh keberkahan ilmu, haruslah bisa bermanfaat untuk orang lain, dengan selalu mengamalkan ilmunya dengan baik.

Yang mana untuk memperoleh keberkahan ilmu, harus melalui bimbingan seorang guru yang alim dan bijaksana.


Ayoeb Taufani Zaman.

Malang
Ponorogo

 







Atas