Inilah 3 Hal yang Kurang Pantas saat Yoko Priyono Berkampanye di Dlanggu

Mojokerto - majalahglobal.com : Calon Bupati Mojokerto, Drs. Yoko Priyono, M.Si menggelar kampanye dengan cara makan bersama (liwetan) di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/9/2020) pukul 18.30 WIB.  Sebelum sambutan, ada hal yang kurang pantas terjadi saat kampanye di kala pandemi covid-19. Ada lebih dari 10 peserta yang tidak membawa masker saat Yoko Priyono sudah sampai di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.  Setelah Yoko Priyono memerintahkan mengambil masker pada Timnya, baru Timnya Bergegas mengambil masker di mobil dan memberikan masker tersebut pada lebih dari 10 warga Dusun Peting yang tidak membawa masker.  Dalam sambutannya sebelum acara makan bersama, Yoko Priyono mengatakan bahwa Mojokerto tidak hanya butuh pembangunan fisik berupa jalan dan penerangan jalan. Namun pendidikan mental dan kesejahteraan guru juga penting untuk kita perhatikan.  "Kita harus mempermudah izin untuk investor agar tercipta banyak lapangan pekerjaan. Izin yang mudah dan tanpa biaya, karena banyak anak-anak kita yang butuh pekerjaan. Jika anak-anak kita suka wirausaha kita fasilitasi juga dengan keterampilan untuk wirausahanya. Biar tidak ada lagi anak yang menganggur dan terus membebani orang tuanya," harapnya.  Selesai sambutan, ada yang kurang pantas dalam acara liwetan kali ini. Karena ada salah satu warga yang mengajukan proposal bantuan musholla di RT 3 Dusun Peting, namun tidak langsung dibantu oleh Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dengan alasan KPU melarang memberikan uang namun jika secara pribadi tidak apa-apa.   "Jadi nanti saya pelajari dulu ya proposalnya," pungkas Yoko.  Dan yang tak kalah pentingnya untuk disoroti adalah ketika saat mulai acara liwetan, ternyata Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si tidak ikut Makan bersama atau bahkan sekedar ngincipi juga tidak. Karena sebelumnya pada pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dan Timnya telah makan di Rumah Makan Palem Quin dan salat masjid berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin yang terletak disamping Rumah Makan Palem Quin, Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jadi tidak ada kebersamaan saat acara liwetan di Dusun Peting, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.  Menurut pantauan majalahglobal.com saat acara Liwetan, Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si hanya merokok dan minum kopi saja. Bahkan saat semua warga makan  bersama justru Yoko Priyono dan Timnya berpamitan untuk melanjutkan acara ngopi bareng di Dusun Pete Desa Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Rasanya hal ini kurang pantas jika hal seperti ini terjadi lagi di acara liwetan tapi ternyata tidak ikut nakan bersama. (Jayak)
Inilah 3 Hal yang Kurang Pantas saat Yoko Priyono Berkampanye di Dlanggu
Mojokerto - majalahglobal.com : Calon Bupati Mojokerto, Drs. Yoko Priyono, M.Si menggelar kampanye dengan cara makan bersama (liwetan) di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/9/2020) pukul 18.30 WIB.

Mojokerto - majalahglobal.com : Calon Bupati Mojokerto, Drs. Yoko Priyono, M.Si menggelar kampanye dengan cara makan bersama (liwetan) di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/9/2020) pukul 18.30 WIB.  Sebelum sambutan, ada hal yang kurang pantas terjadi saat kampanye di kala pandemi covid-19. Ada lebih dari 10 peserta yang tidak membawa masker saat Yoko Priyono sudah sampai di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.  Setelah Yoko Priyono memerintahkan mengambil masker pada Timnya, baru Timnya Bergegas mengambil masker di mobil dan memberikan masker tersebut pada lebih dari 10 warga Dusun Peting yang tidak membawa masker.  Dalam sambutannya sebelum acara makan bersama, Yoko Priyono mengatakan bahwa Mojokerto tidak hanya butuh pembangunan fisik berupa jalan dan penerangan jalan. Namun pendidikan mental dan kesejahteraan guru juga penting untuk kita perhatikan.  "Kita harus mempermudah izin untuk investor agar tercipta banyak lapangan pekerjaan. Izin yang mudah dan tanpa biaya, karena banyak anak-anak kita yang butuh pekerjaan. Jika anak-anak kita suka wirausaha kita fasilitasi juga dengan keterampilan untuk wirausahanya. Biar tidak ada lagi anak yang menganggur dan terus membebani orang tuanya," harapnya.  Selesai sambutan, ada yang kurang pantas dalam acara liwetan kali ini. Karena ada salah satu warga yang mengajukan proposal bantuan musholla di RT 3 Dusun Peting, namun tidak langsung dibantu oleh Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dengan alasan KPU melarang memberikan uang namun jika secara pribadi tidak apa-apa.   "Jadi nanti saya pelajari dulu ya proposalnya," pungkas Yoko.  Dan yang tak kalah pentingnya untuk disoroti adalah ketika saat mulai acara liwetan, ternyata Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si tidak ikut Makan bersama atau bahkan sekedar ngincipi juga tidak. Karena sebelumnya pada pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dan Timnya telah makan di Rumah Makan Palem Quin dan salat masjid berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin yang terletak disamping Rumah Makan Palem Quin, Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jadi tidak ada kebersamaan saat acara liwetan di Dusun Peting, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.  Menurut pantauan majalahglobal.com saat acara Liwetan, Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si hanya merokok dan minum kopi saja. Bahkan saat semua warga makan  bersama justru Yoko Priyono dan Timnya berpamitan untuk melanjutkan acara ngopi bareng di Dusun Pete Desa Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Rasanya hal ini kurang pantas jika hal seperti ini terjadi lagi di acara liwetan tapi ternyata tidak ikut nakan bersama. (Jayak)
Ada lebih dari 10 peserta kampanye Yoko Priyono yang tidak memakai masker
Sebelum sambutan, ada hal yang kurang pantas terjadi saat kampanye di kala pandemi covid-19. Ada lebih dari 10 peserta yang tidak membawa masker saat Yoko Priyono sudah sampai di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto - majalahglobal.com : Calon Bupati Mojokerto, Drs. Yoko Priyono, M.Si menggelar kampanye dengan cara makan bersama (liwetan) di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/9/2020) pukul 18.30 WIB.  Sebelum sambutan, ada hal yang kurang pantas terjadi saat kampanye di kala pandemi covid-19. Ada lebih dari 10 peserta yang tidak membawa masker saat Yoko Priyono sudah sampai di Dusun Peting, Desa Talok RT 02 RW 07, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.  Setelah Yoko Priyono memerintahkan mengambil masker pada Timnya, baru Timnya Bergegas mengambil masker di mobil dan memberikan masker tersebut pada lebih dari 10 warga Dusun Peting yang tidak membawa masker.  Dalam sambutannya sebelum acara makan bersama, Yoko Priyono mengatakan bahwa Mojokerto tidak hanya butuh pembangunan fisik berupa jalan dan penerangan jalan. Namun pendidikan mental dan kesejahteraan guru juga penting untuk kita perhatikan.  "Kita harus mempermudah izin untuk investor agar tercipta banyak lapangan pekerjaan. Izin yang mudah dan tanpa biaya, karena banyak anak-anak kita yang butuh pekerjaan. Jika anak-anak kita suka wirausaha kita fasilitasi juga dengan keterampilan untuk wirausahanya. Biar tidak ada lagi anak yang menganggur dan terus membebani orang tuanya," harapnya.  Selesai sambutan, ada yang kurang pantas dalam acara liwetan kali ini. Karena ada salah satu warga yang mengajukan proposal bantuan musholla di RT 3 Dusun Peting, namun tidak langsung dibantu oleh Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dengan alasan KPU melarang memberikan uang namun jika secara pribadi tidak apa-apa.   "Jadi nanti saya pelajari dulu ya proposalnya," pungkas Yoko.  Dan yang tak kalah pentingnya untuk disoroti adalah ketika saat mulai acara liwetan, ternyata Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si tidak ikut Makan bersama atau bahkan sekedar ngincipi juga tidak. Karena sebelumnya pada pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si dan Timnya telah makan di Rumah Makan Palem Quin dan salat masjid berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin yang terletak disamping Rumah Makan Palem Quin, Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jadi tidak ada kebersamaan saat acara liwetan di Dusun Peting, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.  Menurut pantauan majalahglobal.com saat acara Liwetan, Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si hanya merokok dan minum kopi saja. Bahkan saat semua warga makan  bersama justru Yoko Priyono dan Timnya berpamitan untuk melanjutkan acara ngopi bareng di Dusun Pete Desa Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Rasanya hal ini kurang pantas jika hal seperti ini terjadi lagi di acara liwetan tapi ternyata tidak ikut nakan bersama. (Jayak)
Tim Suksesnya Yoko Priyono baru memberikan masker
Setelah Yoko Priyono memerintahkan mengambil masker pada Timnya, baru Timnya Bergegas mengambil masker di mobil dan memberikan masker tersebut pada lebih dari 10 warga Dusun Peting yang tidak membawa masker.

Dalam sambutannya sebelum acara makan bersama, Yoko Priyono mengatakan bahwa Mojokerto tidak hanya butuh pembangunan fisik berupa jalan dan penerangan jalan. Namun pendidikan mental dan kesejahteraan guru juga penting untuk kita perhatikan.

"Kita harus mempermudah izin untuk investor agar tercipta banyak lapangan pekerjaan. Izin yang mudah dan tanpa biaya, karena banyak anak-anak kita yang butuh pekerjaan. Jika anak-anak kita suka wirausaha kita fasilitasi juga dengan keterampilan untuk wirausahanya. Biar tidak ada lagi anak yang menganggur dan terus membebani orang tuanya," harapnya.
Proposal (Map Kuning) Bantuan musholla RT 03 Dusun Peting telah diterima Yoko Priyono

Selesai sambutan, ada yang kurang pantas dalam acara liwetan kali ini. Karena ada salah satu warga yang mengajukan proposal bantuan musholla di RT 3 Dusun Peting. Menjawab hal itu, Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si mengatakan jika memberikan bantuan uang dilarang oleh KPU dan Bawaslu.

"Namun jika secara pribadi tidak apa-apa. Jadi nanti saya pelajari dulu ya proposalnya," pungkas Yoko.

 Yoko Priyono saat Salat Magrib
Dan yang tak kalah pentingnya untuk disoroti adalah ketika saat mulai acara liwetan, ternyata Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si tidak ikut Makan bersama atau bahkan sekedar ngincipi juga tidak. Karena sebelumnya pada pukul 17.30 WIB hingga pukul 18.00 Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si bersama Timnya telah makan di Rumah Makan Palem Quin dan salat berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin yang terletak disamping Rumah Makan Palem Quin, Desa Segunung Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jadi tidak ada kebersamaan saat acara liwetan di Dusun Peting, Desa Talok, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Menurut pantauan majalahglobal.com saat acara Liwetan, Calon Bupati Mojokerto Drs. Yoko Priyono, M.Si hanya merokok dan minum kopi saja. Bahkan saat semua warga makan bersama justru Yoko Priyono bersama Timnya berpamitan untuk melanjutkan acara ngopi bareng di Dusun Pete Desa Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Rasanya hal ini kurang pantas jika hal seperti ini terjadi lagi di acara liwetan tapi ternyata tidak ikut makan bersama. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas