Dinas Pertanian Sumsel Tutup Mata Terhadap Maraknya Jual beli Bantuan Alsintan Pertanian di Banyuasin

Sumsel - ajalahglobal.com: Dugaan jual beli alat mesin pertanian atau alsintan marak di Kabupaten Banyuasin. Bahkan, santer beredar menyeret nama salah seorang pegawai di dinas Pertanian dan Ketahanan propinsi Sumatera Selatan.   Sebelumnya, salah seorang warga Kecamatan muara telang berinisial S mengaku menjadi orang kepercayaan untuk menyalurkan alsintan ke kelompok tani.  Sayangnya, apa yang dilakukan S dengan menyalurkan alsintan ke poktan tidaklah dengan cuma-cuma.  "Sebetulnya apa yang saya lakukan semuanya atas sepengatuhuan oknum pegawai dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan, tidak ada yang gratis," kata S. Salah satu masyarakat yang juga merupakan anggota kelompok tani di Kecamatan Muara Telang berinisial N, mengungkapkan bahwa memang ada praktek jual beli alsintan.  "Pengajuan proposal kalau tidak ada uang. Uang yang diminta nilainya juga macam-macam, tergantung jenis alsintan," ujarnya. Nilainya biasa lima puluh, bahkan sampai seratus juta lebih. Ujarnya  Salah seorang petani  Darmawan mengatakan saat ini sangat banyak alsintan yang telah di jual belikan, terutama bantuan dari dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan, Pulau Jawa serta propinsi Lampung, terutama type jonder 393 serta combent mesin panen padi  Oleh karenanya dirinya meminta ketegasan dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang telah berani menjual belikan alat dinas. Baik bersumber dari bantuan aspirasi dewan maupun bantuan dinas pertanian itu sendiri. Tutupnya.  Ketika di temui di ruang kerjanya. Ketua DPD Aliansi Indonesia Sumsel. Samsudin djoesman menuturkan dirinya sangat menyayangkan tindakan beberapa orang oknum pegawai di dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan,yang dengan sengaja menyalahgunakan jabatan serta kewenangan untuk memberikan bantuan dengan menyalurkan alsintan kepada petani dengan meminta tebusan harga.  Dirinya meminta kepala dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan untuk segera mengaudit serta mengecek seluruh bantuan yang telah di gulirkan ke petani. Apabila terbukti kelompok tani serta UPJa menjual belikan bantuan tersebut. Untuk segera mengambil langkah hukum demi tercapainya keadilan bagi petani, karena bukan rahasia umum setiap bantuan yang mengatasnamakan kelompok tani biasanya di miliki pribadi oleh oknum ketua kelompok tani maupun UPJa di masing_ masing daerah."ucapnya. (Tri Sutrisno)
Dinas Pertanian Sumsel Tutup Mata Terhadap Maraknya Jual beli Bantuan Alsintan Pertanian di Banyuasin

Sumsel - majalahglobal.com: Dugaan jual beli alat mesin pertanian atau alsintan marak di Kabupaten Banyuasin. Bahkan, santer beredar menyeret nama salah seorang pegawai di dinas Pertanian dan Ketahanan propinsi Sumatera Selatan. 


Sebelumnya, salah seorang warga Kecamatan muara telang berinisial S mengaku menjadi orang kepercayaan untuk menyalurkan alsintan ke kelompok tani.


Sayangnya, apa yang dilakukan S dengan menyalurkan alsintan ke poktan tidaklah dengan cuma-cuma.


"Sebetulnya apa yang saya lakukan semuanya atas sepengatuhuan oknum pegawai dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan, tidak ada yang gratis," kata S.

Salah satu masyarakat yang juga merupakan anggota kelompok tani di Kecamatan Muara Telang berinisial N, mengungkapkan bahwa memang ada praktek jual beli alsintan.


"Pengajuan proposal kalau tidak ada uang. Uang yang diminta nilainya juga macam-macam, tergantung jenis alsintan," ujarnya.

Nilainya biasa lima puluh, bahkan sampai seratus juta lebih. Ujarnya


Salah seorang petani Darmawan mengatakan saat ini sangat banyak alsintan yang telah di jual belikan, terutama bantuan dari dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan, Pulau Jawa serta propinsi Lampung, terutama type jonder 393 serta combent mesin panen padi


Oleh karenanya dirinya meminta ketegasan dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang telah berani menjual belikan alat dinas. Baik bersumber dari bantuan aspirasi dewan maupun bantuan dinas pertanian itu sendiri. Tutupnya.


Ketika di temui di ruang kerjanya. Ketua DPD Aliansi Indonesia Sumsel. Samsudin djoesman menuturkan dirinya sangat menyayangkan tindakan beberapa orang oknum pegawai di dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan,yang dengan sengaja menyalahgunakan jabatan serta kewenangan untuk memberikan bantuan dengan menyalurkan alsintan kepada petani dengan meminta tebusan harga.


Dirinya meminta kepala dinas pertanian propinsi Sumatera Selatan untuk segera mengaudit serta mengecek seluruh bantuan yang telah di gulirkan ke petani. Apabila terbukti kelompok tani serta UPJa menjual belikan bantuan tersebut. Untuk segera mengambil langkah hukum demi tercapainya keadilan bagi petani, karena bukan rahasia umum setiap bantuan yang mengatasnamakan kelompok tani biasanya di miliki pribadi oleh oknum ketua kelompok tani maupun UPJa di masing_ masing daerah."ucapnya. (Tri Sutrisno)

Malang
Ponorogo

 







Atas