Deklarasi Kampung Semeru Anti Narkoba, Ning Ita Ajak Masyarakat Bersinergi Melawan Narkoba

Mojokerto - majalahglobal.com : Kampung Tangguh Semeru yang bermula sebagai  salah satu sarana untuk membantu gugus Tugas dalam menangani Covid-19, memiliki tugas baru dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto. Hal ini ditandai dengan pencanangan Kampung Tangguh Semeru Anti Narkoba di balai Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto pada Jumat (4/9) sore.  Pencanangan Kampung Tangguh Semeru Anti Narkoba diawalii dengan pembacaan deklarasi anti narkoba oleh tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta anggota ormas. Dengan diucapkannya deklarasi ini sama halnya dengan pernyataan perang oleh pemerintah dan aparat penegak hukum bersama seluruh elemen masyarakat terhadap penyalahgunaan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang. Melalui deklarasi ini, semua pihak bertekad untuk menciptakan lingkungan kampung tangguh yang bersih dari penyalahgunaan peredaran narkoba, serta mengoptimalkan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba pada kampung tangguh.   Usai pembacaan deklarasi anti narkoba, pencanangan kampung tangguh semeru anti narkoba juga dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti narkoba oleh Ning Ita bersama jajaran forkopimda Kota Mojokerto, serta para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta anggota ormas yang ada di Kota Mojokerto.   Dalam kesempatan ini Ketua DPRD, Sunarto berbagi kisah terkait penanganan narkoba di Kota Mojokerto. Ia menyampaikan bahwa memberantas narkoba sama dengan melawan mafia. “Kalau hanya sebatas anggota penegak hukum, tanpa kerjasama dengan masyarakat itu nonsense, saya yakin tidak akan bisa.”kata Sunarto.  “Salah satu ciri pengedar narkoba adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap terlalu dermawan”jelas Sunarto. Ia menambahkan bahwa sifat dermawan dari si pengedar adalah salah satu bentuk perlindungan diri agar tidak diketahui oleh masyarakat dan dianggap orang baik oleh masyarakat.   Ning Ita sangat mengapresiasi atas pencanangan Kampung Semeru Anti Narkoba. Karena ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat bersama-sama membantu pemerintah dan TNI-Polri dalam berperang melawan narkoba. “Angka terpapar narkoba semakin bertambah dari tahun ke tahun dan yang lebih miris lagi sudah merambah pada anak-anak usia remaja dan bahkan usia sekolah dasar, ini membuat saya sebagai seorang ibu dan seorang kepala daerah sangat menyanyangkan harus terjadi hal demikian.”kata Ning Ita.    “Selama ini kami telah bersinergi bersama BNN dalam PSN setiap hari jumat, melakukan sosialisasi terkait narkoba melalui 1625 kader motivator yang tersebar di seluruh Kota Mojokerto, yang terhenti karena pandemi covid-19, meski demikian penguatan upaya sinergi harus terus kita tingkatkan, bersama-sama kita memikirkan inovasi apa yang harus kita lakukan,”lanjut Ning Ita.  Lebih lanjut Ning ita menyampaikan bahwa narkoba tak ubahnya seperti penyakit yang bisa menular kepada siapa saja dan dengan sosialisasi yang masif di setiap kampung tangguh semeru maupun kader motivator dilakukan deteksi sejak dini. “Melalui sosialisasi harapan kita semua, kita bisa segera mengetahui sejak dini adanya masyakat yang terpapar sehingga tindakan bisa kita lakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan aset bangsa agar tidak terjerumus dan menular kepada yang lainnya.”tutur Ning Ita.   Lebih lanjut Ning Ita berpesan apabila ada yang mengenali anggota keluarga atau orang-orang disekitarnya sebagai orang yang terpapar narkoba harus segera dilaporkan. Ia juga menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat tidak selalu berhubungan dengan tindakan hukum. “Dengan melaporkan kita telah membantu menyelamatkan anak-anak yang terpapar narkoba supaya tidak menular kepada yang lain dan masa depannya bisa diselamatkan lebih dini dengan terapi secara psikologis maupun kesehatan,”jelas Ning Ita.     “Kita berharap masyarakat semakin sadar bagaimana mengenali paparan terhadap narkoba sehingga mereka bisa membantu aparat dan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran narkoba yang lebih meluas di masyarakat kota Mojokerto.”lanjutnya.   Ning Ita menambahkan bahwa, dengan melaporkan orang yang terpapar narkoba sama dengan membantu untuk menyelamatkan satu orang, dan dengan selamatnya satu orang tersebut sama dengan menyelamatkan banyak orang yang mungkin tertular akan menjadi tidak tertular.   Menutup sambutannya Ning Ita menyampaikan, bahwa pencanangan kampung tangguh merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. “Yakinlah setiap usaha yang kita lakukan hasilnya tidak akan menghianati apa yang kita usahakan dan akan mendapatkan sesuai niat yang kita tujukan,”pungkasnya. (Jayak)
Deklarasi Kampung Semeru Anti Narkoba, Ning Ita Ajak Masyarakat Bersinergi Melawan Narkoba

Mojokerto - majalahglobal.com : Kampung Tangguh Semeru yang bermula sebagai salah satu sarana untuk membantu gugus Tugas dalam menangani Covid-19, memiliki tugas baru dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Mojokerto. Hal ini ditandai dengan pencanangan Kampung Tangguh Semeru Anti Narkoba di balai Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto pada Jumat (4/9) sore.


Pencanangan Kampung Tangguh Semeru Anti Narkoba diawalii dengan pembacaan deklarasi anti narkoba oleh tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta anggota ormas. Dengan diucapkannya deklarasi ini sama halnya dengan pernyataan perang oleh pemerintah dan aparat penegak hukum bersama seluruh elemen masyarakat terhadap penyalahgunaan peredaran narkotika serta obat-obatan terlarang. Melalui deklarasi ini, semua pihak bertekad untuk menciptakan lingkungan kampung tangguh yang bersih dari penyalahgunaan peredaran narkoba, serta mengoptimalkan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba pada kampung tangguh. 


Usai pembacaan deklarasi anti narkoba, pencanangan kampung tangguh semeru anti narkoba juga dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi anti narkoba oleh Ning Ita bersama jajaran forkopimda Kota Mojokerto, serta para tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta anggota ormas yang ada di Kota Mojokerto. 


Dalam kesempatan ini Ketua DPRD, Sunarto berbagi kisah terkait penanganan narkoba di Kota Mojokerto. Ia menyampaikan bahwa memberantas narkoba sama dengan melawan mafia. “Kalau hanya sebatas anggota penegak hukum, tanpa kerjasama dengan masyarakat itu nonsense, saya yakin tidak akan bisa.”kata Sunarto.


“Salah satu ciri pengedar narkoba adalah orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap terlalu dermawan”jelas Sunarto. Ia menambahkan bahwa sifat dermawan dari si pengedar adalah salah satu bentuk perlindungan diri agar tidak diketahui oleh masyarakat dan dianggap orang baik oleh masyarakat. 


Ning Ita sangat mengapresiasi atas pencanangan Kampung Semeru Anti Narkoba. Karena ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat bersama-sama membantu pemerintah dan TNI-Polri dalam berperang melawan narkoba. “Angka terpapar narkoba semakin bertambah dari tahun ke tahun dan yang lebih miris lagi sudah merambah pada anak-anak usia remaja dan bahkan usia sekolah dasar, ini membuat saya sebagai seorang ibu dan seorang kepala daerah sangat menyanyangkan harus terjadi hal demikian.”kata Ning Ita. 


 “Selama ini kami telah bersinergi bersama BNN dalam PSN setiap hari jumat, melakukan sosialisasi terkait narkoba melalui 1625 kader motivator yang tersebar di seluruh Kota Mojokerto, yang terhenti karena pandemi covid-19, meski demikian penguatan upaya sinergi harus terus kita tingkatkan, bersama-sama kita memikirkan inovasi apa yang harus kita lakukan,”lanjut Ning Ita.


Lebih lanjut Ning ita menyampaikan bahwa narkoba tak ubahnya seperti penyakit yang bisa menular kepada siapa saja dan dengan sosialisasi yang masif di setiap kampung tangguh semeru maupun kader motivator dilakukan deteksi sejak dini. “Melalui sosialisasi harapan kita semua, kita bisa segera mengetahui sejak dini adanya masyakat yang terpapar sehingga tindakan bisa kita lakukan sesegera mungkin untuk menyelamatkan aset bangsa agar tidak terjerumus dan menular kepada yang lainnya.”tutur Ning Ita. 


Lebih lanjut Ning Ita berpesan apabila ada yang mengenali anggota keluarga atau orang-orang disekitarnya sebagai orang yang terpapar narkoba harus segera dilaporkan. Ia juga menjelaskan bahwa laporan dari masyarakat tidak selalu berhubungan dengan tindakan hukum. “Dengan melaporkan kita telah membantu menyelamatkan anak-anak yang terpapar narkoba supaya tidak menular kepada yang lain dan masa depannya bisa diselamatkan lebih dini dengan terapi secara psikologis maupun kesehatan,”jelas Ning Ita.  


 “Kita berharap masyarakat semakin sadar bagaimana mengenali paparan terhadap narkoba sehingga mereka bisa membantu aparat dan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran narkoba yang lebih meluas di masyarakat kota Mojokerto.”lanjutnya.


 Ning Ita menambahkan bahwa, dengan melaporkan orang yang terpapar narkoba sama dengan membantu untuk menyelamatkan satu orang, dan dengan selamatnya satu orang tersebut sama dengan menyelamatkan banyak orang yang mungkin tertular akan menjadi tidak tertular. 


Menutup sambutannya Ning Ita menyampaikan, bahwa pencanangan kampung tangguh merupakan ikhtiar untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa. “Yakinlah setiap usaha yang kita lakukan hasilnya tidak akan menghianati apa yang kita usahakan dan akan mendapatkan sesuai niat yang kita tujukan,”pungkasnya. (Jayak/Adv)

Malang
Ponorogo

 







Atas