Pria ini Bersyukur Bisa Obati Kanker Prostat dengan JKN-KIS

Mojokerto - majalahglobal.com : Suparlan (63) adalah satu peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari daerah Penambangan Balongbendo Sidoarjo. Ia terdiagnosa hyperplasia of prostate atau biasa disebut kanker prostat pada Februari 2019 lalu.  Suparlan kemudian dianjurkan untuk kontrol tiap bulan oleh dokter agar dapat membantu untuk kesembuhannya, ia juga menyampaikan saran-saran dokter untuk menjaga asupan makan, tidak merokok, dan selalu berpikir positif. Selama kontrol terkait penyakit yang dideritanya, ia menggunakan layanan kesehatan JKN-KIS agar dapat meringankan beban biaya dalam proses penyembuhan penyakit prostatnya.  “Saya terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014, untuk berjaga-jaga siapa tahu akan membutuhkan jaminan kesehatan. Selain itu juga saya ingin menjadi warga negara Indonesia yang baik dengan mengikuti program jaminan kesehatan yang ada,” ungkap Suparlan.  Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat adalah usia, ras, riwayat keluarga (faktor keturunan), hormon, dan pola makan. Kontrol pengobatan kanker prostat Suparlan berlangsung di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto, Suparlan merasakan fasilitas dan pelayananan yang baik selama pengobatan.  “Saya selalu kontrol di Rumah Sakit Gatoel, awalnya saya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu di puskesmas balongbendo kemudian saya dirujuk ke Rumah Sakit Gatoel. Selama satu tahun saya kontrol disana, saya merasakan pelayan yang memuaskan, sesuai dengan kelas saya yaitu kelas satu,” ujar Suparlan.  Ia juga mengatakan bahwa, saat kontrol atau diberi obat di Rumah Sakit Gatoel tidak pernah diminta utuk membayar oleh pihak rumah sakitnya, obatnya juga sesuai dan ketika ia melakukan pengobatan rawat inap, kamarnya juga bersih dan perawatnya ramah.  “Secara keseluruhan saya puas dengan program JKN ini, harapan saya terkait BPJS Kesehatan ini semoga selalu melayani masyarakat dengan senang dan ramah, serta wilayahnya fasilitas kesehatannya diperluas,” ujar Suparlan saat diwawancarai tim Jamkesnews minggu lalu. (Jayak)
Pria ini Bersyukur Bisa Obati Kanker Prostat dengan JKN-KIS
Mojokerto - majalahglobal.com : Suparlan (63) adalah satu peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang berasal dari daerah Penambangan Balongbendo Sidoarjo. Ia terdiagnosa hyperplasia of prostate atau biasa disebut kanker prostat pada Februari 2019 lalu.

Suparlan kemudian dianjurkan untuk kontrol tiap bulan oleh dokter agar dapat membantu untuk kesembuhannya, ia juga menyampaikan saran-saran dokter untuk menjaga asupan makan, tidak merokok, dan selalu berpikir positif. Selama kontrol terkait penyakit yang dideritanya, ia menggunakan layanan kesehatan JKN-KIS agar dapat meringankan beban biaya dalam proses penyembuhan penyakit prostatnya.

“Saya terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014, untuk berjaga-jaga siapa tahu akan membutuhkan jaminan kesehatan. Selain itu juga saya ingin menjadi warga negara Indonesia yang baik dengan mengikuti program jaminan kesehatan yang ada,” ungkap Suparlan.

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat adalah usia, ras, riwayat keluarga (faktor keturunan), hormon, dan pola makan. Kontrol pengobatan kanker prostat Suparlan berlangsung di Rumah Sakit Gatoel Mojokerto, Suparlan merasakan fasilitas dan pelayananan yang baik selama pengobatan.

“Saya selalu kontrol di Rumah Sakit Gatoel, awalnya saya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu di puskesmas balongbendo kemudian saya dirujuk ke Rumah Sakit Gatoel. Selama satu tahun saya kontrol disana, saya merasakan pelayan yang memuaskan, sesuai dengan kelas saya yaitu kelas satu,” ujar Suparlan.

Ia juga mengatakan bahwa, saat kontrol atau diberi obat di Rumah Sakit Gatoel tidak pernah diminta utuk membayar oleh pihak rumah sakitnya, obatnya juga sesuai dan ketika ia melakukan pengobatan rawat inap, kamarnya juga bersih dan perawatnya ramah.

“Secara keseluruhan saya puas dengan program JKN ini, harapan saya terkait BPJS Kesehatan ini semoga selalu melayani masyarakat dengan senang dan ramah, serta wilayahnya fasilitas kesehatannya diperluas,” ujar Suparlan saat diwawancarai tim Jamkesnews minggu lalu. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas