Puluhan Kades Aktif Maupun Mantan Kades Resmi Mendukung IKBAR

Mojokerto - Puluhan Mantan Kades Nyatakan Dukung Paslon IKBAR. Pernyataan dukungan tersebut disampaikan puluhan mantan lurah Kabupaten Mojokerto usai ikuti acara doa bersama para tokoh masyarakat dan mantan lurah Kabupaten Mojokerto dalam rangka memotong mata rantai penyebaran Covid 19, di Guest House Institute KH Abdul Chalim Kembangbelor Pacet Mojokerto, Sabtu (11/7/2020).  Usai acara Doa Bersama, Prof KH Asep Syaifudin Chalim, MA mengatakan, yang datang pada acara doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19, adalah para tokoh masyarakat dan pentolan mantan Kepala desa, itu pun tidak ada undangan resmi.   "Mereka sendiri yang inisiatif datang untuk berdoa bersama membaca Istighotsah dan memberikan dukungan pada Paslon IKBAR. Tujuan acara ini adalah berdoa untuk momotong rantai Covid 19, demi kepentingan Regional, Kepentingan Nasional dan Kepentingan Kabupaten Mojokerto agar terbebas dari kesengsaraan Covid 19,” ujarnya.  Pengasuh Ponpes Amanatul ummah Pacet Mojokerto ini juga menjelaskan, kami terus berbagi menolong sesama, bergerak ke desa mendatangi penduduk yang perlu dibantu, sambil mencari inspirasi dan menyerap aspirasi.  ”Kami terus menyisir kampung penduduk, apabila ada rumah tidak layak huni, penduduk yang miskin yang perlu bantuan, ya kita bantu untuk meringankan,“ ungkapnya.  Sementara itu H.Muhammad Al Barra, LC.Mhum atau yang akrab disapa Gus Barra pada wartawan mengatakan, ya bersyukur terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Mojokerto. Hari ini kami pengurus Amanatul ummah menggelar acara Doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19 yang dihadiri mantan kades ada juga kades yang masih aktif.   "Mereka sukarela datang sendiri sambil beri dukungan untuk Paslon IKBAR. Dukungan para mantan Kades maupun kades aktif Kabupaten Mojokerto itu inisiatif mereka sendiri, tidak ada settingan," kata Gus Barra. (Jayak)
Puluhan Kades Aktif Maupun Mantan Kades Resmi Mendukung IKBAR
Mojokerto - Puluhan Mantan Kades Nyatakan Dukung Paslon IKBAR. Pernyataan dukungan tersebut disampaikan puluhan mantan lurah Kabupaten Mojokerto usai ikuti acara doa bersama para tokoh masyarakat dan mantan lurah Kabupaten Mojokerto dalam rangka memotong mata rantai penyebaran Covid 19, di Guest House Institute KH Abdul Chalim Kembangbelor Pacet Mojokerto, Sabtu (11/7/2020).

Usai acara Doa Bersama, Prof KH Asep Syaifudin Chalim, MA mengatakan, yang datang pada acara doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19, adalah para tokoh masyarakat dan pentolan mantan Kepala desa, itu pun tidak ada undangan resmi.

"Mereka sendiri yang inisiatif datang untuk berdoa bersama membaca Istighotsah dan memberikan dukungan pada Paslon IKBAR. Tujuan acara ini adalah berdoa untuk momotong rantai Covid 19, demi kepentingan Regional, Kepentingan Nasional dan Kepentingan Kabupaten Mojokerto agar terbebas dari kesengsaraan Covid 19,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Amanatul ummah Pacet Mojokerto ini juga menjelaskan, kami terus berbagi menolong sesama, bergerak ke desa mendatangi penduduk yang perlu dibantu, sambil mencari inspirasi dan menyerap aspirasi.

”Kami terus menyisir kampung penduduk, apabila ada rumah tidak layak huni, penduduk yang miskin yang perlu bantuan, ya kita bantu untuk meringankan,“ ungkapnya.

Sementara itu H.Muhammad Al Barra, LC.Mhum atau yang akrab disapa Gus Barra pada wartawan mengatakan, ya bersyukur terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat Mojokerto. Hari ini kami pengurus Amanatul ummah menggelar acara Doa bersama untuk memotong mata rantai Covid 19 yang dihadiri mantan kades ada juga kades yang masih aktif.

"Mereka sukarela datang sendiri sambil beri dukungan untuk Paslon IKBAR. Dukungan para mantan Kades maupun kades aktif Kabupaten Mojokerto itu inisiatif mereka sendiri, tidak ada settingan," kata Gus Barra. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas