Kampanye Hitam Semakin Merajalela, Begini Tanggapan IKBAR

Mojokerto - majalahglobal.com  : Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Ikfina- Barra (IKBAR) menggelar Pengukuhan relawan bela kyai-santri (BEKISAR) Kecamatan Mojoanyar, Kamis (27/7/2020) di TPQ Nurul Iman, Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.  Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si mengatakan jika sebenarnya ia tidak mau menjadi Bupati. Namun setelah mendengar cerita suaminya jika Mojokerto butuh saya untuk melanjutkan hutang pembangunan dimasa kepemimpinannya menjadi Bupati dulu, akhirnya ia bersedia.    "Jangan sampai jabatan tertinggi di Kabupaten Mojokerto ini dipegang oleh orang yang hanya Ingin mendapatkan jabatan. Dan pesan suami saya ke saya adalah selesaikan tanggungan-tanggungan pembangunan yang tentunya hanya meminta saya menjabat 1 periode saja. Kita harus benar-benar berjuang dan fokus untuk mensosialisasikan visi misi IKBAR. Saya akui suami saya pernah salah, namun suami saya juga sudah sangat maksimal dalam memikirkan dan membangun Kabupaten Mojokerto," ujar Ikfina, Istri Mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.  Sementara itu, Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum mengatakan kampanye hitam saat ini informasinya tidak berimbang.   "Prestasi Pembangunan bapak MKP di periode pertama telah masuk Muri. Bahkan, diawal periode pertama Bapak Jokowi dengan periode pertama MKP jauh lebih bagus Bapak MKP," ujar Gus Barra panggilan akrabnya.   Lebih lanjut Gus Barra juga mengatakan jika kasus Bapak MKP adalah menerima fee uang hibah  tower yang sudah ada 3 tahun tapi tidak punya izin.   "Fee itu mujur-mujuran dan apes-apesan. Jadi kadang-kadang langsung dilaporkan padahal barang belum diterima atau jebakan. Kalau mau mengungkap semuanya, semua pejabat se indonesia juga bakal kena karna semua termasuk fee termasuk ngasih gitar, makanan, minuman dan lainnya.   "Saya bersaksi Bu Ikfina orang yang baik. Ibadahnya tidak pernah lepas dan rutin puasa Senin Kamis. Mojokerto membutuhkan pemimpin yang mampu intelektual dan baik secara akhlak, kepribadian, tutur katanya dan sikap santunnya," tutup Gus Barra. (Jayak)
Kampanye Hitam Semakin Merajalela, Begini Tanggapan IKBAR
Mojokerto - majalahglobal.com : Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Ikfina- Barra (IKBAR) menggelar Pengukuhan relawan bela kyai-santri (BEKISAR) dan Baksos di Kecamatan Mojoanyar, Kamis (27/7/2020) di TPQ Nurul Iman, Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.
Mojokerto - majalahglobal.com  : Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto Ikfina- Barra (IKBAR) menggelar Pengukuhan relawan bela kyai-santri (BEKISAR) Kecamatan Mojoanyar, Kamis (27/7/2020) di TPQ Nurul Iman, Dusun Balongcangkring, Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.  Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si mengatakan jika sebenarnya ia tidak mau menjadi Bupati. Namun setelah mendengar cerita suaminya jika Mojokerto butuh saya untuk melanjutkan hutang pembangunan dimasa kepemimpinannya menjadi Bupati dulu, akhirnya ia bersedia.    "Jangan sampai jabatan tertinggi di Kabupaten Mojokerto ini dipegang oleh orang yang hanya Ingin mendapatkan jabatan. Dan pesan suami saya ke saya adalah selesaikan tanggungan-tanggungan pembangunan yang tentunya hanya meminta saya menjabat 1 periode saja. Kita harus benar-benar berjuang dan fokus untuk mensosialisasikan visi misi IKBAR. Saya akui suami saya pernah salah, namun suami saya juga sudah sangat maksimal dalam memikirkan dan membangun Kabupaten Mojokerto," ujar Ikfina, Istri Mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.  Sementara itu, Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum mengatakan kampanye hitam saat ini informasinya tidak berimbang.   "Prestasi Pembangunan bapak MKP di periode pertama telah masuk Muri. Bahkan, diawal periode pertama Bapak Jokowi dengan periode pertama MKP jauh lebih bagus Bapak MKP," ujar Gus Barra panggilan akrabnya.   Lebih lanjut Gus Barra juga mengatakan jika kasus Bapak MKP adalah menerima fee uang hibah  tower yang sudah ada 3 tahun tapi tidak punya izin.   "Fee itu mujur-mujuran dan apes-apesan. Jadi kadang-kadang langsung dilaporkan padahal barang belum diterima atau jebakan. Kalau mau mengungkap semuanya, semua pejabat se indonesia juga bakal kena karna semua termasuk fee termasuk ngasih gitar, makanan, minuman dan lainnya.   "Saya bersaksi Bu Ikfina orang yang baik. Ibadahnya tidak pernah lepas dan rutin puasa Senin Kamis. Mojokerto membutuhkan pemimpin yang mampu intelektual dan baik secara akhlak, kepribadian, tutur katanya dan sikap santunnya," tutup Gus Barra. (Jayak)
IKBAR memberikan bantuan beras peduli covid-19
Calon Bupati Mojokerto, Hj.dr.Ikfina Fahmawati, M.Si mengatakan jika sebenarnya ia tidak mau menjadi Bupati. Namun setelah mendengar cerita suaminya jika Mojokerto butuh saya untuk melanjutkan hutang pembangunan dimasa kepemimpinannya menjadi Bupati dulu, akhirnya ia bersedia.

"Jangan sampai jabatan tertinggi di Kabupaten Mojokerto ini dipegang oleh orang yang hanya Ingin mendapatkan jabatan. Dan pesan suami saya ke saya adalah selesaikan tanggungan-tanggungan pembangunan yang tentunya hanya meminta saya menjabat 1 periode saja. Kita harus benar-benar berjuang dan fokus untuk mensosialisasikan visi misi IKBAR. Saya akui suami saya pernah salah, namun suami saya juga sudah sangat maksimal dalam memikirkan dan membangun Kabupaten Mojokerto," ujar Ikfina, Istri Mantan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa.
Gus Barra memperkenalkan diri
Sementara itu, Calon Wakil Bupati Mojokerto, H.Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum mengatakan kampanye hitam saat ini informasinya tidak berimbang.

"Prestasi Pembangunan bapak MKP di periode pertama telah masuk Muri. Bahkan, diawal periode pertama Bapak Jokowi dengan periode pertama MKP jauh lebih bagus Bapak MKP," ujar Gus Barra panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Gus Barra juga mengatakan jika kasus Bapak MKP adalah menerima fee uang hibah tower yang sudah ada 3 tahun tapi tidak punya izin.

"Fee itu mujur-mujuran dan apes-apesan. Jadi kadang-kadang langsung dilaporkan padahal barang belum diterima atau jebakan. Kalau mau mengungkap semuanya, semua pejabat se indonesia juga bakal kena karna semua termasuk fee termasuk ngasih gitar, makanan, minuman dan lainnya. Saya bersaksi Bu Ikfina orang yang baik. Ibadahnya tidak pernah lepas dan rutin puasa Senin Kamis. Mojokerto membutuhkan pemimpin yang mampu intelektual dan baik secara akhlak, kepribadian, tutur katanya dan sikap santunnya," tutup Gus Barra. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas