Mobile JKN Bisa Untuk Deteksi Dini Covid-19, Bagaimana Caranya ?

Mojokerto - Corona Virus Disease 2019 atau lebih sering dikenal dengan Covid-19, merupakan wabah virus yang penyebarannya telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Untuk mengatasi penularan virus Covid-19 bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan telah menambahkan fitur terbarunya pada aplikasi Mobile JKN berupa screening Covid-19.   Peserta JKN-KIS dapat dengan mudah mengetahui apakah kondisi tubuhnya dalam keadaan yang normal atau cenderung lebih mendekati gejala Covid-19 cukup dengan melakukan download aplikasi Mobile JKN, kemudian peserta dapat melakukan screeningsecara gratis. Hasil dari screening Covid-19 tersebut bisa langsung menggambarkan kondisi seseorang dengan menilai potensi rendah atau tingginya terpapar  Covid-19.   Fitur baru yang terdapat di Mobile JKN juga telah dirasakan manfaatnya oleh salah satu peserta, Emil Zuis yang berasal dari Mojosari Kabupaten Mojokerto.  “Saya merupakan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), sudah sekitar beberapa bulan yang lalu saya telah mempunyai aplikasi Mobile JKN dan saya merasa sangat dipermudah dengan fitur-fitur yang telah ada pada aplikasi tersebut,” ungkapnya  Kemudahan fitur ini dapat diakses oleh semua kalangan. Peserta akan disuguhkan beberapa pertanyaan beserta pilihan-pilihan di dalamnya. Pertanyaan tersebut lebih mengacu kepada gejala-gejala yang diderita oleh peserta selama 14 hari dan peserta juga akan disuguhkan beberapa riwayat pernyakit yang diderita untuk lebih memastikan hasil akhir dari screening tersebut lebih mengarah ke hasil yang rendah atau tinggi akan terpaparnya Covid-19.  Jika hasilnya tinggi, maka peserta akan diinformasikan untuk segera periksa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu Puskemas, klinik yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan atau Dokter keluarga yang telah dipilihnya. Namun sebaliknya jika menunjukkan hasil yang rendah, peserta akan diarahkan untuk rajin-rajin menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.  “Dengan adanya tes screening dapat mempermudah untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh saya dan keluarga secara mandiri,” ujar Emil  Ia sangat bersyukur dengan adanya fitur penunjang screening di Mobile JKN dari BPJS Kesehatan sangat membantu kebutuhan masyarakat di masa pendemi ini. (Jayak)
Mobile JKN Bisa Untuk Deteksi Dini Covid-19, Bagaimana Caranya ?
Mojokerto - Corona Virus Disease 2019 atau lebih sering dikenal dengan Covid-19, merupakan wabah virus yang penyebarannya telah merambah ke seluruh penjuru dunia. Untuk mengatasi penularan virus Covid-19 bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan telah menambahkan fitur terbarunya pada aplikasi Mobile JKN berupa screening Covid-19.

Peserta JKN-KIS dapat dengan mudah mengetahui apakah kondisi tubuhnya dalam keadaan yang normal atau cenderung lebih mendekati gejala Covid-19 cukup dengan melakukan download aplikasi Mobile JKN, kemudian peserta dapat melakukan screening secara gratis. Hasil dari screening Covid-19 tersebut bisa langsung menggambarkan kondisi seseorang dengan menilai potensi rendah atau tingginya terpapar  Covid-19.

Fitur baru yang terdapat di Mobile JKN juga telah dirasakan manfaatnya oleh salah satu peserta, Emil Zuis yang berasal dari Mojosari Kabupaten Mojokerto.

“Saya merupakan peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), sudah sekitar beberapa bulan yang lalu saya telah mempunyai aplikasi Mobile JKN dan saya merasa sangat dipermudah dengan fitur-fitur yang telah ada pada aplikasi tersebut,” terangnya.

Kemudahan fitur ini dapat diakses oleh semua kalangan. Peserta akan disuguhkan beberapa pertanyaan beserta pilihan-pilihan di dalamnya. Pertanyaan tersebut lebih mengacu kepada gejala-gejala yang diderita oleh peserta selama 14 hari dan peserta juga akan disuguhkan beberapa riwayat pernyakit yang diderita untuk lebih memastikan hasil akhir dari screening tersebut lebih mengarah ke hasil yang rendah atau tinggi akan terpaparnya Covid-19.

Jika hasilnya tinggi, maka peserta akan diinformasikan untuk segera periksa ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yaitu Puskemas, klinik yang kerjasama dengan BPJS Kesehatan atau Dokter keluarga yang telah dipilihnya. Namun sebaliknya jika menunjukkan hasil yang rendah, peserta akan diarahkan untuk rajin-rajin menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

“Dengan adanya tes screening dapat mempermudah untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh saya dan keluarga secara mandiri,” kata Emil.

Ia sangat bersyukur dengan adanya fitur penunjang screening di Mobile JKN dari BPJS Kesehatan sangat membantu kebutuhan masyarakat di masa pendemi ini. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas