Kabupaten Mojokerto Sumbang 9.132 Akseptor

Mojokerto - Kado prestisius diterima BKKBN di hari Ulang tahunnya yang ke-27. Musium Rekor Dunia Indonesia, MURI (dahulu bernama Museum Rekor Indonesia) menasbihkan BKKBN sebagai pemecah rekor ke-4.809 dengan pelayanan serentak sejuta akseptor KB se-Indonesia. Capaian ini merupakan jawaban atas kinerja BKKBN di tengah pandemi Covid-19.  Kabupaten Mojokerto yang mendapat target pelayanan 1.404 akseptor KB, berhasil memperoleh 9.132 akseptor (650%) yang meliputi 959 akseptor IUD atau spiral, 1.808 Implan, 138 Akseptor Metode Operasi Wanita (MOW), 4.277 pengguna suntik KB, 1.651 Pemakai Pil dan 369 akseptor dengan alat kontrasepsi kondom. Pelayanan yang dilakukan meliputi pelayanan KB Baru, Pelayanan KB Ulangan dan KB Ganti cara.  Sebagai ujung tombak pelayanan KB, Kabupaten Mojokerto mempunya 42 Fasilitas Kesehatan, 394 Praktik Mandiri Bidan (PMB) dan 1.828 Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang mempunyai tugas memberikan Komunikasi, Informasi dan edukasi serta pelayanan pemakaian alat kontrasepsi.  Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengapresiasi sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah terhadap program pelayanan serentak sejuta akseptor ini, sebagai contoh inovasi di tengah pandemi Covid-19. Statement ini disampaikan saat meninjau pelayanan KB di salah satu Praktik Mandiri Bidan di Desa Japan Kecamatan Sooko, Senin (29/6) pagi.  “Saya yakin, pelayanan serentak ini tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, baik tenaga kesehatan maupun akseptornya,” kata bupati yang akrab disapa Abah Ipung.  Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri terus fokus pada empat tahapan penanganan penyebaran Covid-19. Antara lain mengurusi kesehatan masyarakat, Jaringan Pengamanan Soial (JPS), Pemulihan ekonomi dan tahap keamanan sosial.  Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi mengungkapkan, keberhasilan program pelayanan serentak sejuta akseptor ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan Koordinasi yang baik dengan mitra kerja, antara lain Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Fasilitas Kesehatan, TNI, Polri dan IMP.  “Terima kasih atas kerja keras teman-teman petugas lapangan, kita akan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Joedha.  Sebagai tambahan informasi, pada peringatan Harganas ini pula, diselenggarakan juga kegiatan baksos “Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor KB” dalam rangka peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-69 dengan tema “Saatnya Bidan dan Perempuan Bersatu Bergerak Bersama untuk Mencapai Kesehatan Ibu dan Anak Menuju Indonesia Maju". (Jayak)
Kabupaten Mojokerto Sumbang 9.132 Akseptor
Mojokerto - Kado prestisius diterima BKKBN di hari Ulang tahunnya yang ke-27. Musium Rekor Dunia Indonesia, MURI (dahulu bernama Museum Rekor Indonesia) menasbihkan BKKBN sebagai pemecah rekor ke-4.809 dengan pelayanan serentak sejuta akseptor KB se-Indonesia. Capaian ini merupakan jawaban atas kinerja BKKBN di tengah pandemi Covid-19.

Kabupaten Mojokerto yang mendapat target pelayanan 1.404 akseptor KB, berhasil memperoleh 9.132 akseptor (650%) yang meliputi 959 akseptor IUD atau spiral, 1.808 Implan, 138 Akseptor Metode Operasi Wanita (MOW), 4.277 pengguna suntik KB, 1.651 Pemakai Pil dan 369 akseptor dengan alat kontrasepsi kondom. Pelayanan yang dilakukan meliputi pelayanan KB Baru, Pelayanan KB Ulangan dan KB Ganti cara.

Sebagai ujung tombak pelayanan KB, Kabupaten Mojokerto mempunya 42 Fasilitas Kesehatan, 394 Praktik Mandiri Bidan (PMB) dan 1.828 Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang mempunyai tugas memberikan Komunikasi, Informasi dan edukasi serta pelayanan pemakaian alat kontrasepsi.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengapresiasi sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah terhadap program pelayanan serentak sejuta akseptor ini, sebagai contoh inovasi di tengah pandemi Covid-19. Statement ini disampaikan saat meninjau pelayanan KB di salah satu Praktik Mandiri Bidan di Desa Japan Kecamatan Sooko, Senin (29/6) pagi.

“Saya yakin, pelayanan serentak ini tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, baik tenaga kesehatan maupun akseptornya,” kata bupati yang akrab disapa Abah Ipung.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto sendiri terus fokus pada empat tahapan penanganan penyebaran Covid-19. Antara lain mengurusi kesehatan masyarakat, Jaringan Pengamanan Soial (JPS), Pemulihan ekonomi dan tahap keamanan sosial.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (P2KBP2) Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi mengungkapkan, keberhasilan program pelayanan serentak sejuta akseptor ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan Koordinasi yang baik dengan mitra kerja, antara lain Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Fasilitas Kesehatan, TNI, Polri dan IMP.

“Terima kasih atas kerja keras teman-teman petugas lapangan, kita akan terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Joedha.

Sebagai tambahan informasi, pada peringatan Harganas ini pula, diselenggarakan juga kegiatan baksos “Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor KB” dalam rangka peringatan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-69 dengan tema “Saatnya Bidan dan Perempuan Bersatu Bergerak Bersama untuk Mencapai Kesehatan Ibu dan Anak Menuju Indonesia Maju". (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas