RUNNING NEWS :
Loading...

GMNI DPK UNIDHA Malang Gelar Peringatan 50 tahun Wafatnya Presiden Soekarno

Malang - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) DPK UNIDHA Cabang Malang menggelar peringatan 50 tahun wafatnya Presiden Soekarno pada Minggu(21/6),Kegiatan tersebut di adakan lingkuangan kampus unidha malang jln sentani no 99, sekaligus merefleksikan perjuangan bungkarno yang memerdekakan Indonesia.  Ketua Komisariat Agustinus Ege Ate mengatakan peringatan wafatnya Bung Karno perlu dilakukan demi menghargai jasa pahlawan atau jasmera "jangan sekali kali melupakan sejarah ". Menurutnya, peringatan wafat atau lahirnya Bung Karno masih diperingati hingga setiap komisariat yang bernaung GmnI cabang Malang dan bahkan seluruah GmnI di indonesia.  Ini dalam rangka Juni sebagai bulan Bung Karno. Juni ini penting artinya bukan cuma bagi kalangan Sukarnois. Jasa dan amal shaleh beliau pada bangsa besar, setiap sudut negara selalu rayakan hari lahir dan wafat beliau," katanya dalam sambutan pada kegiatan tersebut, paparnya.  Ses trifonia sebagai wakabid sarina tersebut menekankan peran Bung Karno wajib selalu diingat. Salah satu jasanya yaitu melahirkan dasar negara Indonesia berupa Pancasila. "Bung Karno torehkan tinta emas dalam pembentukan negara dengan tawarkan dasar negara di sidang BPUPKI yaitu Pancasila. Dan diterima seluruh anggota BPUPKI, ujarnya   Anggota komisariat  yang hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut. Agustinus E ate menilai anggota atau kader  yang hadir ingin menghargai jasa-jasa Bung Karno sehingga ingin mendoakan. " kiranya Tuhan yang maha kuasa Doa kita  didengar. Kita doakan Soekarno dapat tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa, diampunkan dosa dan diterima amal ibadahnya dan kita lanjutkan perjuangannya," ucapnya yang diaminkan oleh para hadirin.(Novan)
GMNI DPK UNIDHA Malang Gelar Peringatan 50 tahun Wafatnya Presiden Soekarno
Malang - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) DPK UNIDHA Cabang Malang menggelar peringatan 50 tahun wafatnya Presiden Soekarno pada Minggu(21/6),Kegiatan tersebut di adakan lingkuangan kampus unidha malang jln sentani no 99, sekaligus merefleksikan perjuangan bungkarno yang memerdekakan Indonesia.

Ketua Komisariat Agustinus Ege Ate mengatakan peringatan wafatnya Bung Karno perlu dilakukan demi menghargai jasa pahlawan atau jasmera "jangan sekali kali melupakan sejarah ". Menurutnya, peringatan wafat atau lahirnya Bung Karno masih diperingati hingga setiap komisariat yang bernaung GmnI cabang Malang dan bahkan seluruah GmnI di indonesia.

Ini dalam rangka Juni sebagai bulan Bung Karno. Juni ini penting artinya bukan cuma bagi kalangan Sukarnois. Jasa dan amal shaleh beliau pada bangsa besar, setiap sudut negara selalu rayakan hari lahir dan wafat beliau," katanya dalam sambutan pada kegiatan tersebut, paparnya.

Ses trifonia sebagai wakabid sarina tersebut menekankan peran Bung Karno wajib selalu diingat. Salah satu jasanya yaitu melahirkan dasar negara Indonesia berupa Pancasila. "Bung Karno torehkan tinta emas dalam pembentukan negara dengan tawarkan dasar negara di sidang BPUPKI yaitu Pancasila. Dan diterima seluruh anggota BPUPKI, ujarnya

 Anggota komisariat  yang hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut. Agustinus E ate menilai anggota atau kader  yang hadir ingin menghargai jasa-jasa Bung Karno sehingga ingin mendoakan. " kiranya Tuhan yang maha kuasa Doa kita  didengar. Kita doakan Soekarno dapat tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa, diampunkan dosa dan diterima amal ibadahnya dan kita lanjutkan perjuangannya," ucapnya yang diaminkan oleh para hadirin.(Novan)
Malang
Ponorogo

 
Atas