Dandim 0815/Mojokerto Bersama Forkopimda Bahas New Normal

Mojokerto, - Pemberlakuan new normal (kenormalan baru) menjadi pembahasan utama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Mojokerto dalam forum silaturahmi di Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (30/06/2020).  Kegiatan bertajuk Silaturahmi Komandan Kodim 0815 Dengan Aparat Pemerintah Di Wilayah Kodim 0815/Mojokerto TA. 2020 mengusung tema “Sinergitas Membangun Bangsa”, dibuka langsung Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., serta dihadiri Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, SH., Walikota Mojokerto diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Mojokerto Drs. Subambihanto, M.Si., Kapolres Mojokerto Kota diwakili Wakapolres Kompol Hanis Subiono, S.Pd., MH., Kapolres Mojokerto diwakili Wakapolres Kompol David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si.  “Silaturahmi dengan aparat pemerintah bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan hubungan antara Prajurit TNI AD dengan aparatur pemerintahan khususnya Pemerintah daerah dan Kepolisian yang berada di wilayah sehingga terjalin hubungan yang harmonis guna menciptakan pemahaman yang sama terhadap pertahanan negara demi keutuhan dan kedaulatan NKRI sehingga proses pembangunan dapat terus berlangsung,” demikian diungkapkan Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., saat membuka acara  Lebih lanjut Alumni Akmil Angkatan 2000 tersebut, menegaskan, sinergitas TNI-Polri dan Pemda tidak bisa ditawar, bahkan harus diperkuat dalam menyikapi situasi dan kondisi yang kian dinamis sehingga tercipta kondusifitas di wilayah.   Seperti saat ini, lanjut Pamen yang pernah menjabat Danyon Raider Khusus 752/VCS Sorong Papua Barat tersebut, dengan adanya Pandemi Covid-19, semua Aparatur Pemerintahan (Pemda) bersama TNI – Polri di Mojokerto Raya bersama-sama, secara sinergis dan terintegritas melakukan upaya-upaya dan langakah-langkah nyata guna menekan laju penyebaran Covid-19.    “Upaya preventif dan represif (penindakan) harus dilakukan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya social distancing dan physical distancing termasuk disiplin dan mematuhi himbauan pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan di kalangan masyarakat, pusat perbelanjaan, pusat keramaian maupun ruang publik lainnya,” tandasnya.    Menjelang pemberlakuan new normal (kenormalan baru), harus disosialisasikan juga ke masyarakat, mengingat kondisi new normal yang akan diberlakukan di daerah zona hijau bukan berarti Covid-19 sudah tidak ada, namun Covid-19 tetap ada.  “Pemerintah tentunya akan memberlakukan kondisi ini (new normal) dengan pertimbangan sangat matang, diantaranya demi menghidupkan kembali roda perekonomian di wilayah,” pungkasnya.   Sementara itu, Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, SH., dalam kesempatan tersebut, juga mengemukakan, krisis kesehatan yang berdampak pada perekonomian telah disikapi pemerintah dengan membuka new normal, dengan harapan ekonomi di wilayah Mojokerto harus berjalan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.   Disampaikannya, aparatur pemerintahan di level bawah kita edukasi tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan bersamaan dengan upaya penegakan dari aparat terkait kepada masyarakat yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.   Pemerintah sudah membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Mojokerto, kita semua harus bersiap menuju pemulihan ekonomi bekerja sama dengan pelaku ekonomi/pengusaha di daerah yang sudah berjanji membantu pemerintah daerah untuk menekan dan memutus penyebaran Covid-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan.  “Kita harus selalu bekerja keras untuk memulihkan ekonomi di wilayah Mojokerto terhadap krisis kesehatan dan krisis ekonomi serta terus menerus bersinergi antara aparat pemerintahan dengan Pihak TNI dan Polri untuk membangun Mojokerto,” tegasnya.  Secara senada, pembahasan langkah-langkah guna menekan Covid-19, juga disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Mojokero, Drs. Subambihanto, M.Si, Kapolres Mojokerto Kota diwakili Wakapolres Kompol Hanis Subiono, S.Pd., MH., Kapolres Mojokerto diwakili Wakapolres Kompol David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., mulai upaya memberikan himbauan/sosialisasi, rapid test, hingga upaya penindakan bagi masyarakat yang kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan mensinergikan Pemerintah Daerah dengan TNI-Polri se-Mojokerto Raya dengan satu tujuan yaitu Mojokerto Raya adil dan makmur.   Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Inf MJ Arifin, Forpimka (Camat, Danramil dan Kapolsek) se-Mojokerto Raya, Para Pasi Kodim 0815/Mojokerto dan undangan lainnya. (Jayak)
Dandim 0815/Mojokerto Bersama Forkopimda Bahas New Normal
Mojokerto, - Pemberlakuan new normal (kenormalan baru) menjadi pembahasan utama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Mojokerto dalam forum silaturahmi di Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (30/06/2020).

Kegiatan bertajuk Silaturahmi Komandan Kodim 0815 Dengan Aparat Pemerintah Di Wilayah Kodim 0815/Mojokerto TA. 2020 mengusung tema “Sinergitas Membangun Bangsa”, dibuka langsung Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., serta dihadiri Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, SH., Walikota Mojokerto diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Mojokerto Drs. Subambihanto, M.Si., Kapolres Mojokerto Kota diwakili Wakapolres Kompol Hanis Subiono, S.Pd., MH., Kapolres Mojokerto diwakili Wakapolres Kompol David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si.

“Silaturahmi dengan aparat pemerintah bertujuan untuk memelihara serta meningkatkan hubungan antara Prajurit TNI AD dengan aparatur pemerintahan khususnya Pemerintah daerah dan Kepolisian yang berada di wilayah sehingga terjalin hubungan yang harmonis guna menciptakan pemahaman yang sama terhadap pertahanan negara demi keutuhan dan kedaulatan NKRI sehingga proses pembangunan dapat terus berlangsung,” demikian diungkapkan Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto, SH., saat membuka acara

Lebih lanjut Alumni Akmil Angkatan 2000 tersebut, menegaskan, sinergitas TNI-Polri dan Pemda tidak bisa ditawar, bahkan harus diperkuat dalam menyikapi situasi dan kondisi yang kian dinamis sehingga tercipta kondusifitas di wilayah.

Seperti saat ini, lanjut Pamen yang pernah menjabat Danyon Raider Khusus 752/VCS Sorong Papua Barat tersebut, dengan adanya Pandemi Covid-19, semua Aparatur Pemerintahan (Pemda) bersama TNI – Polri di Mojokerto Raya bersama-sama, secara sinergis dan terintegritas melakukan upaya-upaya dan langakah-langkah nyata guna menekan laju penyebaran Covid-19. 

“Upaya preventif dan represif (penindakan) harus dilakukan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya social distancing dan physical distancing termasuk disiplin dan mematuhi himbauan pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan di kalangan masyarakat, pusat perbelanjaan, pusat keramaian maupun ruang publik lainnya,” tandasnya. 

Menjelang pemberlakuan new normal (kenormalan baru), harus disosialisasikan juga ke masyarakat, mengingat kondisi new normal yang akan diberlakukan di daerah zona hijau bukan berarti Covid-19 sudah tidak ada, namun Covid-19 tetap ada. “Pemerintah tentunya akan memberlakukan kondisi ini (new normal) dengan pertimbangan sangat matang, diantaranya demi menghidupkan kembali roda perekonomian di wilayah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, H. Pungkasiadi, SH., dalam kesempatan tersebut, juga mengemukakan, krisis kesehatan yang berdampak pada perekonomian telah disikapi pemerintah dengan membuka new normal, dengan harapan ekonomi di wilayah Mojokerto harus berjalan dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Disampaikannya, aparatur pemerintahan di level bawah kita edukasi tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan bersamaan dengan upaya penegakan dari aparat terkait kepada masyarakat yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Pemerintah sudah membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Mojokerto, kita semua harus bersiap menuju pemulihan ekonomi bekerja sama dengan pelaku ekonomi/pengusaha di daerah yang sudah berjanji membantu pemerintah daerah untuk menekan dan memutus penyebaran Covid-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan.

“Kita harus selalu bekerja keras untuk memulihkan ekonomi di wilayah Mojokerto terhadap krisis kesehatan dan krisis ekonomi serta terus menerus bersinergi antara aparat pemerintahan dengan Pihak TNI dan Polri untuk membangun Mojokerto,” tegasnya.

Secara senada, pembahasan langkah-langkah guna menekan Covid-19, juga disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Mojokero, Drs. Subambihanto, M.Si, Kapolres Mojokerto Kota diwakili Wakapolres Kompol Hanis Subiono, S.Pd., MH., Kapolres Mojokerto diwakili Wakapolres Kompol David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si., mulai upaya memberikan himbauan/sosialisasi, rapid test, hingga upaya penindakan bagi masyarakat yang kurang disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan mensinergikan Pemerintah Daerah dengan TNI-Polri se-Mojokerto Raya dengan satu tujuan yaitu Mojokerto Raya adil dan makmur.

Tampak hadir dalam acara tersebut, antara lain Kasdim 0815/Mojokerto Mayor Inf MJ Arifin, Forpimka (Camat, Danramil dan Kapolsek) se-Mojokerto Raya, Para Pasi Kodim 0815/Mojokerto dan undangan lainnya. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas