RUNNING NEWS :
Loading...

Polresta Malang Kota Punya 574 Polisi RW untuk Jalankan Fungsi 68 Kampung Tangguh

Malang - Pandemi Virus Corona Covid-19, membuat banyak pihak harus berjuang disemua sektor. Pandemi menumbuhkan semangat gotong-royong untuk menciptakan kemandirian masyarakat dalam menghadapinya, salah satunya dengan membentuk kampung tangguh.

Dengan dibantu peran aktif TNI-Polri dalam memberikan pendampingan pada masyarakat, serta peran serta dari Universitas Brawijaya dan relawan Malang Bersatu Melawan Corona (MBLC) sebagai pendukung utama giat kampung tangguh. Hingga saat ini, Kota Malang menjadi pelopor berdirinya kampung tangguh sebagai upaya menghadapi segala permasalahan dan kemungkinan di masa pandemi COVID-19. Telah berdiri 69 kampung tangguh yang tersebar di lima kecamatan.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan kampung tangguh juga terintergrasi dengan dokter serta psikolog dari perguruan tinggi di Kota Malang yang siap membantu warga, Senin (25/5).

“Kami sudah ada 69 kampung tangguh yang menyebar di lima kecamatan yang ada, semua dikoordinir oleh masing-masing RW. Tujuannya, kampung bisa tangguh secara pangan, informasi, keimanan, psikologi, keamanan dan serta kesehatan dalam menghadapi pandemi ini,” tegasnya.

Sementara ketersediaan bahan pangan di kampung tangguh bersumber dari para donatur serta swadaya masyarakat mampu untuk memenuhi lumbung pangan yang disiapkan. Apabila ada masyarakat yang membutuhkan, bahan pangan dapat segera disalurkan.

“Bukan saja ketersediaan pangan, di kampung tangguh juga menyiapkan beragam kebutuhan sesuai protokol COVID-19, seperti hand sanitizer, masker, tempat cuci tangan hingga disinfektan. Bagi masyarakat yang dapat langsung mengambil sesuai kebutuhan,” ujar mantan Wakapolrestabes Surabaya itu.

Kombes Pol Leonardus juga menjelaskan, sebanyak 574 Polisi RW yang dimiliki Polresta Malang Kota berperan untuk mengkoordinir masyarakat hingga berdirinya kampung tangguh. Selain itu juga memberikan pelatihan pemulasaraan jenazah oleh tim khusus pemulasaran jenazah COVID-19 yang dimiliki Polresta Malang Kota.

“Kita ada, yang tidak dimiliki wilayah lain, yakni Polisi RW. Jumlahnya sebanyak 574 Polisi RW yang mengkoordinir seluruh RW dari mulai mendirikan kampung tangguh sampai dengan penerapan fungsinya selama pandemi COVID-19,” katanya.

Kampung tangguh disebut Kapolresta Malang Kota sebagai implementasi gagasan dari Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran dalam memecahkan segala permasalahan di tengah pandemi COVID-19.

Ada dua hal yang ditekankan yaitu Problem-Oriented Policing (POP), yaitu kebijakan yang dikeluarkan berdasarkan pada permasalahan yang terjadi di wilayah tersebut. Berikutnya adalah SARA (Scanning, Analysis, Response, Assesment) yakni langkah identifikasi masalah yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Bahwa ini semua merupakan gagasan ataupun ide dari Bapak Kapolda Jawa Timur dengan menciptakan kampung tangguh sebagai solusi pemecahan masalah dalam menghadapi pandemi COVID-19 berbasis Problem-Oriented Policing (POP), yakni kebijakan berdasarkan permasalahan di lapangan dan kedua adalah SARA (Scanning, Analysis, Response, Assesment),” tutupnya. (Erik/Jayak)
Malang
Ponorogo

 
Atas