RUNNING NEWS :
Loading...

Launching Kampung Tangguh, Kapolres Mojokerto Berpesan Jangan Ada Diskiriminasi

Launching Kampung Tangguh, Kapolres Mojokerto Berpesan Jangan Ada Diskiriminasi
Mojokerto - majalahglobal.com : Polres Mojokerto bersama Forkopimda Mojokerto menggelar kegiatan Launching Kampung Tangguh Desa Balongmojo, Kamis  (27/5/2020) di Balai Desa Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.
Launching Kampung Tangguh, Kapolres Mojokerto Berpesan Jangan Ada Diskiriminasi
Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto H.Pungkasiadi, S.H mengatakan jika Kampung Tangguh merupakan Ide dari Kapolda Jatim dan langsung ditindaklanjuti oleh Kapolres Mojokerto untuk membuat kampung tangguh.

"Ini adalah satu cara untuk melawan Covid-19. Kami pemerintah Kabupaten Mojokerto mengapresiasi sebesar-besarnya untuk Kapolda Jawa Timur. Kami juga bantu beberapa barang dan makanan untuk kampung tangguh di desa balongmojo ini. New normal harus kita lakukan, dimana kita mulai dengan selalu pakai masker, cuci tangan, sediakan handsanitizer dan penyemprotan disinfektan secara disiplin, kemandirian dan gotong royong," pungkas Bupati Mojokerto.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto,
AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung, S.IK., SH., MH., mengatakan jika launching kampung tangguh Desa Balongmojo merupakan kampung ke 14. Dimana total ada 14 kampung tangguh yang bersamaan hari ini kita launching. Targetnya semua desa diberlakukan kampung tangguh. Sebagai target awal, nanti setiap Kecamatan ada 3 kampung tangguh. Hal ini telah didukung oleh  Bapak Bupati dan Bapak Dandim. Dan masyarakat sangat antusias untuk kampung tangguh ini.

"Intinya adalah bagaimana kami dari segenap jajaran pemerintah daerah mengajak untuk kita semua di bagian hulu yang tentunya lebih memahami apa yang menjadi masalah di sisi terkecil. Kapolda Jawa Timur mengatakan permasalahan covid 19 adalah permasalahan kesehatan, permasalahan sosial, permasalahan ekonomi dan permasalahan keamanan. Permasalahn ini yang biasanya ada di hulu. Mari kita selesaikan masalah dengan cara gotong royong dan musyawarah," ujar Kapolres Mojokerto.

Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto mengatakan jika angka covid-19 terus meningkat. Jawa Timur masuk nomor dua secara nasional.  Kita berupaya agar penularan covid-19 ini bisa dihentikan.

"Tetapi Manakala covid-19 ini tidak berhenti. Maka kita harus bisa beradaptasi dengan covid-19 ini. Bagaimana kita harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Sampai saat ini vaksin covid 19 belum ditemukan. Kapolda Jatim mengatakan Disiplin adalah vaksin corona saat ini. Disiplin jaga jarak, tidak kontak fisik, cuci tangan dan hal yang lainnya untuk disebarluaskan ke desa-desa. Dengan begitu insha Allah covid-19 bisa terhenti. Saya harap petugas yang diberi tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan kerelaan untuk melawan pandemi covid-19 ini," kata Kapolres Mojokerto.

Ada kejadian ditempat lain dimana saat ada warganya yang positif covid-19. Para tetangga mengumpat korban, secara tidak sadar telah mendiskriminasi korban. Jangan sampai ada kata kamu pergi dari sini tapi mari bergotong royong.

"1 Juli nanti adalah hari Bhayangkara. Manakala kampung tangguh terus menunjukkan eksistensinya maka akan mendapatkan reward dari Polres Mojokerto, Pemkab Mojokerto dan Kodim Mojokerto," tutup Kapolres Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Kapolres Mojokerto memberikan bantuan berupa 5 kwintal beras, 20 dus mie instan dan 10 Unit HT. Sedangkan Bupati Mojokerto memberikan bantuan berupa 500 masker, 1 thermogun, 2 alat semprot disinfektan dan 1 jirigen disinfektan. Sedangkan Ketua DPRD Mojokerto memberikan bantuan 30 paket beras, 5 paket mie instan dan 12 paket minyak. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 
Atas