Update Corona Jatim: 77 PDP Positif Corona, 4 PDP Meninggal Dunia & 8 PDP Sembuh

Mojokerto - majalahglobal. com : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kembali mengabarkan update terbaru terkait peta sebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Jawa Timur per tanggal 28 Maret 2020.  Kabar disampaikan melalui sambungan video conference (vidcon) yang disaksikan langsung oleh para kepala daerah Jawa Timur termasuk Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama jajaran, serta unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto di aula Mapolres Mojokerto.  "Saat ini tercatat ada 4.568 orang dalam pemantauan (ODP), 307 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 77 orang terkonfirmasi positif Covid-19. 8 orang dilaporkan sembuh (6 warga Surabaya, 1 warga Malang dan 1 warga Blitar) dan 4 orang dilaporkan meninggal (1 warga Surabaya, 1 warga Sidoarjo, 1 warga Malang dan 1 warga Kediri)," kata Khofifah, Minggu (29/3) siang.   Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan yang tergabung dalam video conference juga melaporkan angka persebaran Covid-19 di Jawa Timur yang menunjukkan kenaikan.  "Kenaikan ODP di Jawa Timur berkisar rata-rata 100 orang. Kita terus tertibkan masyarakat untuk tidak berkerumun. Bagi yang tidak taat, kita tindak. Ini upaya kita memberikan rasa aman bagi masyarakat Jatim. Penegakan kita mulai dari tingkat RT, RW sampai daerah. Semuanya harus satu suara. Diam di rumah lebih baik, karena virus ini tidak bisa kita deteksi," kata Kapolda.  Kapolda juga menjabarkan beberapa langkah pencegahan, terutama jelang bulan suci Ramadhan. Pihaknya telah menyiagakan Posko Siaga Covid-19 di titik-titik vital seperti terminal, untuk memantau kedatangan masyarakat dari luar wilayah yang masuk Jawa Timur.  "Imbauan pemerintah harus ditaati. Aturan agar mengurangi aktivitas luar kawasan itu memang sangat penting. Langkah terpadu juga kami lakukan. Akan ada personil yang ikut menjaga. Tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya juga  harus ikut melaksankan imbauan pemerintah," tambah Kapolda.  Pangdam V/Brawijaya TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi menekankan pentingnya parsitipasi seluruh warga masyarakat untuk ikut berperang bersama melawan Covid-19. Pangdam menyatakan bahwa jajaran TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas bila dipelukan dapat melakukan imbauan door to door untuk menertibkan masyarakar agar taat aturan.  "Kalau sudah sadar pasti menjaga supaya tak tertular. Kita semua pasti tahu penularan Covid-19 itu sangat rentan. Hanya melalui droplet atau percikan cairan dari penderita seperti bersin dan batuk saja, sudah berpotensi untuk menularkan virus. Artinya, masyarakat juga harus ikut aktif berpartisipasi melawan ini," kata Pangdam.  Bupati Pungkasiadi pada kesempatan ini menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga akan tetap konsisten melawan Covid-19.  "Hari Senin Pak Kapolres melakukan penyemprotan. Selanjutnya hari Selasa, kita lanjutkan penyemprotan ke kampung-kampung secara masif bersama Forkopimda untuk memutus sebaran Covid-19," kata bupati. (Jayak)
Mojokerto - majalahglobal. com : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kembali mengabarkan update terbaru terkait peta sebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Jawa Timur per tanggal 28 Maret 2020.

Kabar disampaikan melalui sambungan video conference (vidcon) yang disaksikan langsung oleh para kepala daerah Jawa Timur termasuk Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama jajaran, serta unsur Forkopimda diantaranya Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto di aula Mapolres Mojokerto.

"Saat ini tercatat ada 4.568 orang dalam pemantauan (ODP), 307 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 77 orang terkonfirmasi positif Covid-19. 8 orang dilaporkan sembuh (6 warga Surabaya, 1 warga Malang dan 1 warga Blitar) dan 4 orang dilaporkan meninggal (1 warga Surabaya, 1 warga Sidoarjo, 1 warga Malang dan 1 warga Kediri)," kata Khofifah, Minggu (29/3) siang.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan yang tergabung dalam video conference juga melaporkan angka persebaran Covid-19 di Jawa Timur yang menunjukkan kenaikan.

"Kenaikan ODP di Jawa Timur berkisar rata-rata 100 orang. Kita terus tertibkan masyarakat untuk tidak berkerumun. Bagi yang tidak taat, kita tindak. Ini upaya kita memberikan rasa aman bagi masyarakat Jatim. Penegakan kita mulai dari tingkat RT, RW sampai daerah. Semuanya harus satu suara. Diam di rumah lebih baik, karena virus ini tidak bisa kita deteksi," kata Kapolda.

Kapolda juga menjabarkan beberapa langkah pencegahan, terutama jelang bulan suci Ramadhan. Pihaknya telah menyiagakan Posko Siaga Covid-19 di titik-titik vital seperti terminal, untuk memantau kedatangan masyarakat dari luar wilayah yang masuk Jawa Timur.

"Imbauan pemerintah harus ditaati. Aturan agar mengurangi aktivitas luar kawasan itu memang sangat penting. Langkah terpadu juga kami lakukan. Akan ada personil yang ikut menjaga. Tempat ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya juga  harus ikut melaksankan imbauan pemerintah," tambah Kapolda.

Pangdam V/Brawijaya TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi menekankan pentingnya parsitipasi seluruh warga masyarakat untuk ikut berperang bersama melawan Covid-19. Pangdam menyatakan bahwa jajaran TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas bila dipelukan dapat melakukan imbauan door to door untuk menertibkan masyarakar agar taat aturan.

"Kalau sudah sadar pasti menjaga supaya tak tertular. Kita semua pasti tahu penularan Covid-19 itu sangat rentan. Hanya melalui droplet atau percikan cairan dari penderita seperti bersin dan batuk saja, sudah berpotensi untuk menularkan virus. Artinya, masyarakat juga harus ikut aktif berpartisipasi melawan ini," kata Pangdam.

Bupati Pungkasiadi pada kesempatan ini menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga akan tetap konsisten melawan Covid-19.

"Hari Senin Pak Kapolres melakukan penyemprotan. Selanjutnya hari Selasa, kita lanjutkan penyemprotan ke kampung-kampung secara masif bersama Forkopimda untuk memutus sebaran Covid-19," kata bupati. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas