Polisi Ciduk 4 Tersangka Penggelapan 23 Mobil

Surabaya - majalahglobal.com : 23 mobil disita Satreskrim Polrestabes Surabaya dari sindikat penggelapan antar kota.
Sindikat penggelapan mobil ini dibongkar Kanit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan di bawah kendali Kasatreskrim AKBP Sudamiran. Tim ini hanya membutuhkan waktu sekitar lima hari untuk menangkap empat tersangka dan menyita 23 mobil tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho membeberkan bahwa, dalam sindikat itu, Polrestabes Surabaya berhasil menangkap empat orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 Keempatnya yaitu JUN (35) warga Gresik, FND (41) warga Sidoarjo, NSR (50) warga Rungkut Surabaya dan IWN (39) warga Sidoarjo.

"Jadi ada lima tersangka, satu di antaranya masih buron. Berbagai modus dilakukan oleh tersangka dalam melancarkan aksinya, baik itu meminjam tetangga hingga menyewa rental, kemudian digadaikan," kata Sandi, Jumat (28/2/2020).

Sandi juga mengatakan bahwa, empat orang tersangka itu memiliki peran masing-masing. Tersangka JUN dan ISM (DPO) alias Putri berperan menawarkan kepada para korban dengan modus rental fiktif. JUN dan ISM ini diketahui sebagai pasangan suami istri (pasutri) siri.

"Setelah menerima unit mobil, kedua tersangka langsung menggadaikannya kepada tersangka NSR dan IWN melalui perantara FND," tegasnya.

Setelah itu, para tersangka kembali menggadaikan mobil tersebut dengan harga mulai Rp 25 juta hingga 50 juta.

"Harga gadai sekitar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta, yang kemudian mobil tersebut digadaikan kembali di wilayah Surabaya, Gresik dan daerah Madura," pungkas Sandi.

Dari 23 unit mobil itu, satu di antaranya sudah diketahui pemiliknya. Sedangkan sisanya dalam proses verifikasi dan uji labfor untuk mengetahui pemilik asli.

"Kendaraan yang berhasil diidentifikasi langsung kami dikembalikan kepada pemilik," ujar Sandi.

Polisi menjerat para tersangka dengan Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 (e) KUHP dan atau Pasal 56 KUHP Jo. Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara. (Ricky/Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas