Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Jahit Upper Sepatu 3 in 1


Mojokerto - Upaya Pemerintah Kota Mojokerto untuk meningkatkan perekonomian warga ditindaklanjuti dengan pemberian pelatihan khususnya untuk industri alas kaki. Dalam kesempatan kali ini Disperindag Kota Mojokerto bekerja sama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur dan Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta menggelar pelatihan jahit upper sepatu 3 in 1,  Selasa (18/2/2020) di Workshop IKM Alas Kaki Jl. Raya Surodinawan.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria dan dihadiri oleh Ketua Dekranasda Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Mojokerto, Subambihanto serta Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur Ali Mas’ud.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyampaikan pelatihan ini merupakan wujud peran serta pemerintah untuk menekan angka pengangguran di Kota Mojokerto. "Tujuan pelatihan ini juga untuk meningkatkan kompetensi SDM di industri alas kaki serta meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," kata Ruby.

Ruby melanjutkan, bahwa pelatihan ini akan digelar selama 20 hari mulai 20 Februari 2020 hingga 11 maret 2020 mendatang.

Sementara itu Kepala BDI Tevi Kurniati menyampaikan pelatihan upper sepatu ini diberikan khusus untuk tenaga kerja baru yang setelah menerima pelatihan siap untuk bekerja. "Dalam mengikuti pelatihan 3 in 1 ini para peserta akan mendapatkan soft skill, ketrampilan menjahit dan uji kompetensi," jelasnya.
 
Tevi juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin karena pelatihan ini hanya bisa diikuti sekali saja. “Setelah mengikuti pelatihan dan Uji Kompetensi para peserta akan mendapat sertifikat keahlian yang dapat digunakan untuk bekerja di industri alas kaki yang telah bekerja sama dengan BDI Yogkarta salah satunya adalah PT. Intidragon Suryatama.”pungkas Tevi.

Dalam sambutannya Wawali Cak Rizal menyampaikan terima kasih kepada Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur dan juga Balai Diklat Industri (BDI) Yogyakarta, yang telah menjalin kerjasama  dengan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Mojokerto. "Kegiatan ini dapat terlaksana dan ikut andil dalam mengembangkan sumber daya manusia di Kota Mojokerto dan sejalan dengan visi Kota Mojokerto yaitu mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermoral."kata Wawali.

Lebih lanjut cak Rizal menyampaikan, salah satu sektor yang harus dihadapi oleh setiap daerah adalah faktor lapangan kerja dan ketersediaan tenaga kerja. "Sektor ini memiliki hubungan yang signifikan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, ketidakseimbangan antara ketersediaan lapangan kerja dan tenaga kerja akan berakibat pada terjadinya pengangguran yang dapat membawa dampak pada pembangunan sosial-ekonomi dalam kehidupan masyarakat."lanjutnya.

Wawali juga berpesan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini secara serius dan sungguh-sungguh, dengan mengikuti seluruh tahapan dan proses pelatihan. karena pelatihan ini tentunya lebih menekankan pada pembentukan keterampilan/praktek (skill), yang akan menjadi dasar keterampilan saudara dalam berwirausaha. “Hendaknya ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat dimanfaatkan dan diterapkan, agar saudara nantinya dapat menjadi wirausahawan yang mandiri dan sukses.”kata Wawali.

Dalam kesempatan ini Cak Rizal juga mengajak semua peserta pelatihan untuk bersama-sama bahu membahu, membulatkan tekad dalam rangka mengembangkan kewirausahaan di bumi Majapahit, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kota Mojokerto. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas