Edi Weliang Memastikan Diri Maju Pilbup Mojokerto Jalur Independent



Mojokerto – majalahglobal.com : Nuansa pilkada yang akan berlangsung pada tahun 2020 semakin hari semakin menghangat. Kandidat Balon Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang ikut Pilbup Mojokerto terus bermunculan, salah satunya Edi Weliang.

Tokoh budayawan Mojokerto yang juga penasehat Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) DPC Mojokerto ini memastikan diri maju pilbup Mojokerto dari jalur independent atau perseorangan Edi Weliang diantar Sumidi, Ketua DPC MOI Mojokerto mendatangi kantor KPUD Kabupaten Mojokerto, pada hari Senin (02/12/2019) pukul 13.00 Wib untuk mengambil formulir pendaftaran.

Kedatangan Edi Weliang yang merupakan salah satu budayawan dan pengusaha ini, untuk meramaikan bursa pencalonan Pilbup kabupaten Mojokerto, yang akan dilaksanakan sekitar bulan September tahun 2020nsnti.

Hal Ini sudah ditunggu tunggu puluhan awak media yang sejak siang dengan sabar menunggu dikantor KPUD Kabupaten Mojokerto.

Sosok pria yang dikenal tegas dan dekat dengan wong cilik ini, dalam meniti karirnya, pernah mengecam bendahara PKB di Kecamatan Dlanggu serta sekarang ini menyandang jabatan sebagai Ketua DPC Kosgoro 1957, Kabupaten Mojokerto, lebih memilih maju melalui jalur independen atau perseorangan.

Menurutnya, mendaftar melalui jalur partai, terlalu banyak batasan dan syarat yang harus di lakukan.

Beliunya mau memberi pelajaran terhadap partai, selama ini kan partai yang mengatur. Sebetulnya tokoh-tokoh di Mojokerto banyak yang punya kemampuan, tapi karena partai selalu membatasi,” terang Edi Weliang kepada wartawan di kantor KPU kabupaten Mojokerto usai mengambil formulir pendaftaran.

Kedatangan Edi ke KPUD Kabupaten Mojokerto ini adalah untuk mengambil formulir pendaftaran calon Bupati Mojokerto yang akan digelar pada tahun 2020 nanti. Namun dia belum tahu siapa nanti yang akan digandeng sebagai Wakilnya.

“Hari ini kandidat datang ke sini dan diterima menyatakan bahwa saya siap mencalonkan diri sebagai Bupati Mojokerto kedepan. Saya akan mencari wanita cantik dan milenial dengan usia maksimal 40 tahun sebagai pendamping saya,” katanya.

Pria asal Sulawesi yang sudah menetap di Kabupaten Mojokerto selama 30 tahun ini hanya bermodal yakin untuk mencalonkan Bupati Mojokerto.

“Tujuannya itu cuma satu, ingin menjadikan Mojokerto lebih maju,” terangnya.

Sementara Ahmad Arif, Divisi teknis KPUD Kabupaten Mojokerto mengatakan, sudah ada 2 orang yang mengambil formulir pendaftaran Calon Bupati Mojokerto melalui jalur perorangan.

“Sampai saat ini sudah dua orang yang datang ke kantor KPU yang mengambil formulir pendaftaran tersebut,” pungkasnya.

Menurut dia syaratnya yang harus ditempuh oleh para calon adalah mengumpulkan jumlah dukungan sebayak 62.338.000 jumlah dukungan masyarakat kabupaten Mojokerto dan harus tersebar di 10 Kecamatan.

“Formulir yang sudah mereka ambil dari KPU itu ditempel foto copy KTP pendukung, kemudian di isi sesuai dengan identitas pendukung dan di tanda tangani. Itu nanti dibawa, namun sebelumnya itu nanti harus di rekap,” terangnya.

Menurut Arif, setelah formulir tersebut diserahkan, pihaknya akan menghitung jumlah minimal pendukung dan sebaran di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Kalau sudah sesuai nanti kita lihat antara daftar rekapitulasi yang ada di silon dengan yang diserahkan ke kita, setelah itu selesai kita lakukan verifikasi administrasi kemudian kita faktualkan melalui PPS,” urainya. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas