Festival 5000 Layah & Dzikir Kebangsaan, Event Pemersatu Umat Beragama

Mojokerto - Festival 5000 Layah dan Dzikir Kebangsaan, berhasil menyedot perhatian masyarakat Kota Mojokerto. Kegiatan rutin yang diselenggarakan Pemerintah Kota tersebut, mampu menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di Bumi Majapahit, Jumat (22/11).


Sejak pagi, warga Kota Mojokerto berkumpul di Lapangan Raden Wijaya, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, menunggu kirab gunungan tumpeng yang akan diperebutkan. Tumpeng setinggi kurang lebih dua meter tersebut, berisi hasil bumi yang sudah diolah serta jajanan trasional.


Festival 5000 Layah dan Dzikir Kebangsaan ini, turut dihadiri Wakil Wali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria, Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan warga Kota Mojokerto yang berasal dari berbagai elemen.


Untaian Dzikir Kebangsaan dipandu langsung oleh KH Faqih Usman selaku Ketua FKUB Kota Mojokerto dan dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan oleh Kiai Nurhadi atau akrab disapa Mbah Bolong. Dan sebagai bentuk toleransi, hadir pula suster Marsiana dari SD Katolik Wijana Sejati serta umat beragama lainnya.


Cak Rizal, sapaan akrab wakil wali kota mengatakan, kegiatan Festival 5000 Layah dan Dzikir Kebangsaan merupakan kegiatan rutin Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini, merupakan salah satu rangkaian dari event bergengsi Mojospekta 2019 - Sepasar Nyang Kutho Mojokerto yang telah berlangsung sejak 20 November 2019.


"Kegiatan ini, merupakan bentuk penghargaan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sebagai wujud syukur atas segala kenikmatan yang diperoleh. Sekaligus, sebagai sarana silaturrahmi Pemerintah Kota bersama seluruh umat beragama dan berbagai elemen masyarakat di Bumi Majapahit," katanya.


Melalui kegiatan ini, diharapakan semangat perjuangan generasi milenial khsusunya sikap menghargai satu sama lainnya dapat terus terjaga selayaknya menjaga NKRI. "Saya sangat berterimakasih kepada seluruh perwakilan umat beragama yang sudah hadir. Ini membuktikan bahwa Kota Mojokerto merupakan kota toleransi antar umat beragama yang patut dijaga," imbuhnya. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas