Nenek ini Rutin Periksa Jantung Dengan BPJS Tanpa Biaya Sepeserpun

Mojokerto - Pemerintah sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya dalam bentuk penjaminan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Sumber dana yang digunakan oleh pemerintah berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara/Daerah untuk segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Program JKN-KIS pada segmen kepesertaan PBI memberikan banyak manfaat bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Salah satunya bagi Kunati (76 Tahun), seorang peserta JKN-KIS segmen kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan sejak tahun 2014. Ia adalah seorang penderita penyakit Jantung sejak tahun 2015.

Ditemui dikediamannya (21/9), Kunati menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan layanan kesehatan untuk penyakit jantungnya.

“Tahun 2015, saya divonis terkena penyakit jantung. Saat itu, saya sedang menikmati makan siang dan tiba-tiba badan saya keringat dingin dan sesak nafas. Seketika anak saya langsung membawa saya ke IGD Rumah Sakit Gatoel Mojokerto. Disana saya langsung ditangani oleh dokter dengan cepat dan sangat baik dan saya tidak mengeluarkan biaya apapun untuk pelayanan kesehatan yang diberikan,” tutur wanita 76 tahun itu.

Semenjak kejadian itu Kunati diminta dokter untuk kontrol setiap 1 bulan sekali ke Rumah Sakit dari tahun 2015 sampai saat ini. Ia sangat bersyukur pengobatannya dijamin oleh JKN-KIS, sehingga ia tidak perlu khawatir untuk biaya pengobatannya karena kita tahu bahwa biaya yang dikeluarkan untuk penyakit jantung tidaklah murah.

“Selama masa pengobatan, saya tidak pernah mengeluarkan biasa sama sekali alias gratis ditanggung penuh oleh JKN-KIS. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan JKN-KIS karena sudah menjamin kesehatan saya. Saya tidak bisa membayangkan apabila tidak ada JKN-KIS berapa yang harus saya bayar untuk biaya berobat, padahal saya tidak mampu,” tambah Kunati.

“Kunati juga berharap agar program JKN-KIS tetap dilaksanakan karena dinilai sangat membantu terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Ia juga berpesan agar orang – orang yang mampu dan sehat bisa bersodaqoh dengan cara membayar iuran peserta JKN-KIS. Karena dengan membayar iuran, maka kita sama saja membantu untuk pengobatan orang lain,” tutupnya. (Jayak)
Malang
Ponorogo

 







Atas