Kapenrem 082: Karya Bakti Budaya, Publikasi Yang Inovatif

KEDIRI - Karya bakti yang dilakukan Koramil Kandangan (kamis,26/9/2019) dalam rangka HUT TNI ke-74, agak berbeda dibanding yang lainnya, umumnya karya bakti bergenre bersih-bersih menyasar disepanjang kanan kiri badan jalan, sungai atau saluran irigasi, bantaran sungai, pemukiman penduduk, pasar atau tempat-tempat yang dindikasikan sangat perlu dilakukan pembersihan.



Tetapi, tidak sebagaimana umumnya yang dilakukan Koramil Kandangan bersama warga setempat, alokasi bersih-bersih menyasar pada situs kuno yang terletak di Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan atau tepatnya diareal situs Gentong Bioro.



Merespon aktifitas bersih-bersih yang dilakukan Koramil Kandangan bersama warga, Kapenrem 082 Mayor Caj Candra Yuniarti mengapresiasi positif, baik kegiatannya maupun publikasinya.



“Karya baktinya sangat inovatif, karya bakti budaya, yaitu bersih-bersih ditempat-tempat yang berstatus cagar budaya. Publikasinya juga inovatif, tidak sekedar menginformasikan seputar aktifitas dilokasi, tetapi kedalaman historis dilokasi bersih-bersih ikut dipublikasikan,”ungkapnya.



Mayor Caj Candra Yuniarti berharap, baik kegiatannya maupun publikasinya, bisa ditiru atau dicontoh, agar publikasi yang dikirimkan ke Penrem 082 tidak monoton, tetapi beragam karakter, otomatis akan menarik perhatian publik, dalam hal ini pembaca atau masyarakat.



Ia juga mendukung segala publikasi yang beragam, terutama yang mengarah pada penelusuran kebudayaan atau kesenian, asalkan ada referensi atau literasi yang dapat dipercaya kebenarannya. Karena, pengamatan dilokasi tidak cukup bila publikasi itu mengarah pada sisi budaya yang biasanya mengandung unsur sejarah.



Selain referensi atau literasi, ia berharap setiap publikasi disertai dengan nara sumber yang kredibel, sehingga ada penguatan sumber berita. Sehingga, publikasi itu tidak “miss information” ketika sudah tersebarluas ditengah-tengah publik atau pembaca.



Terkait situs yang dijadikan sasaran karya bakti budaya Koramil Kandangan, Mayor Caj Candra Yuniarti melihatnya dari sudut pandang literasi yang dapat dipercaya, sekaligus ada keseimbangan antara fakta dilapangan dengan support referensi.



“Kalau dilihat laporannya, situs ini kemungkinan ada pada masa pemerintahan Tumapel atau pemerintahan Singhasari, karena ada sengkalan aksara kuadrat ditugu atau prasasti didalam areal situs. Tetapi sumber informasinya masih mengambang, karena literasi dari situs itu belum lengkap atau ada sebagian kurang dukungan bukti otentik,”jelasnya.



Dijelaskan Mayor Candra Yuniarti, dari bukti-bukti foto yang dikirimkan ke Penrem 082, ada 3 benda yang terlihat menonjol dilokasi karya bakti budaya Koramil Kandangan, yaitu batu berbentuk dakon, gentong dan tugu atau prasasti, ketiganya terbuat dari batu andesit.



“Kegiatan yang dilakukan Koramil Kandangan dan publikasinya, tidak sekedar menyorot kegiatan bersih-bersih saja, tetapi juga mengangkat budaya dan kearifan lokal setempat, ini sangat bagus dan inovatif,”pungkasnya. (Jayak/abdul)
Malang
Ponorogo

 







Atas